Kamis, 2 Desember 2021, 23:59
Home / Uncategorized / MASYARAKAT TAK HINDARI INI GUNA ATASI COVID
Menkes Budi Gunadi Sadikin (google)

MASYARAKAT TAK HINDARI INI GUNA ATASI COVID

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Salah satu langkah mengatasi pandemi covid – 19 Pemerintah Indonesia melakukan percepatan pemberian vaksin covid – 19 seperti yang disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dimana Pemerintah memberi prioritas vaksin berbasis risiko.

Seperti dikutip laman Setkab Selasa (27/07/2021) kata Menkes, “kita memberikan prioritas vaksinasi ini berbasis risiko, provinsi – provinsi yang kasus aktifnya tinggi akan kita berikan lebih banyak. Yang tinggi itu, Banten, DKI, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, dan Bali. Itu yang paling tinggi karena kemungkinan terkenanya juga banyak, masuk ke rumah sakitnya juga banyak, dan yang wafatnya juga paling banyak. Provinsi – provinsi itu otomatis akan mendapatkan prioritas,” katanya.

Lanjut Menkes Budi, “kita juga akan memprioritaskan orang – orang yang risiko tinggi, orang yang usianya lanjut, orang yang punya komorbid. Itu yang harus kita utamakan. Kita lindungi mereka dahulu, kita berikan mereka (vaksin),” jelasnya.

60 juta dosis vaksin telah dicapai hingga saat ini baik bagi dosis pertama atau dosis kedua dan Pemerintah berupaya mengamankan stok vaksin, “sampai akhir bulan Juli akan datang sekitar 8 juta vaksin Sinovac dan 4 juta vaksin AstraZeneca, jadi 12 juta akan datang,” ungkap Menkes.

Selanjutnya pada bulan Agustus diperkirakan akan tiba 45 juta vaksin produksi Sinovac, Astrazeneca, Moderna, maupun Pfizer. Selain itu guna menekan penyebaran covid – 19 Pemerintah akan meningkatkan pengetesan (testing) dan pelacakan (tracing) secara masif, “Menko Marinves sudah mencanangkan bahwa program testing dan tracing yang nanti akan dipimpin oleh Panglima TNI akan mulai minggu ini,” terang Menkes Budi.

Dihimbau Menkes saat pelacakan dan pengetesan masyarakat tak menghindar, “kita perlu naikkan (tes harian) itu terus supaya kita tahu kalau ada yang kena (covid – 19), kita bisa ukur oksimeternya (saturasinya), apakah memang perlu dirawat atau tidak, lebih dini. Jadi testing ini jangan ditakuti, jangan dicemasi, jangan dihindari, tapi cepat dilakukan,” tutupnya. (Red)

Check Also

JABAT KEJARI TUBAN SUHENDRI SERTIJAB KEJARI KAMPAR PADA ARIF BUDIMAN

WAGATABERITA.COM – RIAU. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kampar Suhendri SH MH sah melepas jabatannya karena …