Jumat, 18 Juni 2021, 12:47
Home / KESEHATAN / BEGINI TAHAPAN UJI KLINIS VAKSIN MERAH PUTIH
Ilustrasi covid.

BEGINI TAHAPAN UJI KLINIS VAKSIN MERAH PUTIH

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Dalam rangka membahas pengembangan riset vaksin merah putih yang di inisiasi Universitas Airlangga akhir April  lalu di VVIP Room Juanda Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama tim riset vaksin covid – 19 Universitas Airlangga (Unair) dan RSUD. Dr Soetomo bertemu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Koordinator Produk Riset covid – 19, Prof Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih, Prof. Dr. Cita Rosita Sigid, Dr. dr. Laksmi Wulandari, Dr. dr. Damayanti Tindo, Kadinkes Prov Jatim dan  Direktur RSUD Dr. Soetomo, Dr Joni Wahyuhadi bersama tim dari Unair Surabaya ikut serta hadir dalam pertemuan tersebut.

Dukung sepenuhnya pada inisiasi ini akan dilakukan Gubernur Khofifah dimana tahapan awal produksi vaksin dibagi 3 bagian diantaranya skala laboratorium, skala pilot dan skala industri yang diharapkan selesai Desember 2021 oleh Pak Menko Marves.

Kata Khofifah “menurut tim riset Unair, Skala laboratorium sampai menghasilkan seed vaccine (benih vaksin) yang dilakukan Unair. Lalu, skala pilot melakukan uji tantang dari beberapa varian SARS CoV – 2 yang sudah ditemukan pada pasien covid – 19 di Indonesia, seperti Inggris dan India. Beberapa varian tersebut kemudian diuji cobakan kepada hewan kecil, Mencit dan hewan besar, Maccaca (kera). Terakhir, skala industri akan dilakukan mitra industri PT. Biotis Pharmaceutical termasuk kesiapan standart produksinya. Prinsipnya Pemprov Jatim siap mendukung suksesnya riset ini sampai final,” jelasnya, Senin (03/05/2021).

Sementara saat ini tengah dilakukan pemberian dosis ke dua pada hewan kecil, Mencit dan observasi sedang dilakukan selanjutnya Minggu depan direncanakan memulai pemberian dosis pertama pada hewan besar, yakni Maccaca jelas Ni Nyoman salah satu tim riset.

Sementara wakil direktur RSUD. Dr. Soetomo Prof. Dr. Cita Rosita menambahkan jika ketiga tahapan produksi vaksin dinyatakan siap, tahap selanjutnya adalah fase uji klinis yang terbagi menjadi empat tahapan.

Dijelaskan Cita Rosita tahap uji klinis fase I yakni vaksin disuntikkan ke beberapa sukarelawan (orang dewasa) dalam kondisi sehat yang dilakukan guna menguji keamanan vaksin covid pada tubuh manusia, “jika dinyatakan aman dan efektif, vaksin tersebut dapat memasuki uji klinis fase kedua,” terangnya.

Jika fase 1 selesai uji klinis fase II akan dilakukan pengujian ke sukarelawan yang lebih banyak agar sampel lebih beragam, “sampel ini akan diteliti dan dikaji ulang oleh para peneliti terkait efektivitas, keamanan, dosis vaksin yang tepat, serta respons sistem imun tubuh terhadap vaksin yang diberikan,” ungkap Cita.

Tahap uji klinis fase III dilakukan setelah fase II lolos diuji klinis dimana vaksin akan diberikan kepada lebih banyak orang dengan kondisi yang lebih bervariasi, disini peneliti memantau respons kekebalan tubuh para penerima vaksin serta memantau apakah terdapat efek samping vaksin dalam jangka waktu lebih panjang.

“Penelitian ini membutuhkan waktu berbulan – bulan hingga bertahun – tahun. Pada tahap ini mengingat situasi mendesak dan emergency karena pandemi, vaksin sudah bisa mendapatkan izin edar (UEA) dari BPOM untuk diberikan kepada manusia,” ungkap Cita.

Setelah uji klinis fase I sampai III aman dan efektif selanjutnya memasuki fase ke IV yaitu pengawasan pemasaran ungkap Ni Nyoman.

Sementara Direktur RSUD Dr Soetomo, Dr Joni Wahyuhadi menyatakan uji klinis fase II telah berhasil, aman dan efisien sehingga fase III pada manusia akan dilanjutkan, “pada fase ketiga, seluruh rumah sakit di Jatim akan dilibatkan,” terangnya. (Red)

Check Also

ABDI MAHASISWA PETRA DAN UBAYA DI MASYARAKAT

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk United for Others (UFO) 2021 tahun ini diusung …