WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Kabiro Humas dan Protokol Pemprov Jatim Drs. Benny Sampir Wanto, M.Si menjadi nara sumber pada Pelantikan Pengurus Perhumas Surabaya Periode 2018 – 2021 “Indonesia Bicara Baik” dan Seminar PR dan Transformasi Media Digital di Hotel Luminor Surabaya, Sabtu (05/05/2018).
Dalam kesempatannya disampaikan Perhumas Surabaya diharapkan dapat bekerjasama dengan Pemprov Jatim alasannya, sinergi antara kedua lembaga ini akan memberikan manfaat bagi masyarakat tidak hanya di Surabaya tetapi juga masyarakat di Provinsi Jatim.
Benny yakin bahwa banyak hal bisa dilakukan dalam kerjasama antara Perhumas Surabaya dengan Pemprov Jatim. Salah satu contoh, ketika diterbitkan reliase tentang pengibaran bendera, maka reliase tersebut dapat menjadi rujukan anggota perhumas agar masing – masing lembaga anggota perhumas untuk mengibarkan bendera. Dengan demikian, anggota perhumas sejak awal memperoleh informasi dari Pemprov Jatim.
“Banyak hal lain yang dapat dikerjasamakan,” ujar juru bicara Pemprov. Jatim ini sambil menambahkan melalui bekerjasama ini juga semakin mengkokohkan Jatim sebagai provinsi terdepan di Indonesia.

Dalam presentasinya, Benny menjelaskan, terdapat tiga hal yang memengaruhi kinerja humas yakni kebijakan pimpinan terhadap tupoksi humas dan tipe pimpinan, kualitas pejabat dan staf humas, serta kemampuan humas menyesuaikan dengan lingkungannya.
Menurutnya, humas yang diberikan fungsi sebagai manajer adalah yang terbaik, yakni humas yang diberikan kewenangan untuk menyusun, melaksanakan, dan mengevaluasi program – programnya sendiri, serta diikut sertakan dalam pengambilan keputusan oleh pimpinan. “Ini berbeda ketika humas hanya diposisikan sebagai teknisi, hanya mengclipping dan menfoto,” tambahnya.
Demikian pula, ketika humas diposisikan sebagai preskripsi, hanya diajak bicara oleh pimpinan ketia ada masalah.
Ditambahkan, tipe pimpinan yang “news maker” akan memudahkan humas dalam menjalankan tugas – tugas kehumasannya. Ia memberikan pesan, tidak perlu humas menuntut harus sebagai manajer, tetapi harus membuktikan bahwa tugas kehumasannya dapat terwujud, dan pimpinan yang akan menilainya.

Dalam kesempatan sama, Benny juga mengingatkan perlunya pimpinan dan staf humas untuk memiliki kemampuan teknis, baik menulis maupun bicara. Kemampuan tersebut antara lain dapat diperoleh melalui pelatihan – pelatihan, termasuk oleh jajaran redaksi media. Dengan demikian, berita – berita yang dibuat berkualitas dan menjadikan dimuatnya tulisan humas oleh media. “Salah satu indikator tulisan bagus itu kalau tulisan singkat, padat, runtut, dan mudah dipahami sehingga tidak diedit oleh media,” jelasnya.
Media relations, lanjut Benny, merupakan faktor lain yang perlu dilakukan oleh humas. Banyak hal – hal yang bisa dilakukan dalam menjadi media relations ini, diantaranya melalui gathering formal maupun non formal dengan media. (Red)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.