Kamis, 4 Juni 2026, 5:50
Home / PROBOLINGGO / JUARA INTERNATIONAL BMX, KAKAK BERADIK INI MINIM FASILITAS LATIHAN
Kakak Beradik Juara BMX International, Rabu (18/07/2018). Sumber Foto : Zulkiflie

JUARA INTERNATIONAL BMX, KAKAK BERADIK INI MINIM FASILITAS LATIHAN

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Prestasi gemilang kakak beradik yang masih berusia belia ini, patut diacungi jempol. Pasalnya, meski masih berusia di bawah umur keduanya, mampu menunjukkan bakatnya sebagai atlit “BMX Supercross.” Tak tanggung – tanggung, keduanya menang kejuaraan internasional BMX di Banyuwangi pada tahun 2017 dan 2018 lalu.

Mereka adalah, Alya Putri Isworo (11) dan Arya Cetta Isworo (6). Kakak beradik ini merupakan anak dari pasangan Utoro Wahyu Isworo (44) dan Santi Restiani (40), warga perumahan Sumber Taman Indah, RE 03 No 17, Kelurahan Sumber Taman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, Jawa Timur.

Utoro Wahyu Isworo mengungkapkan, jika putra – putrinya berlatih sebagai pembalap BMX, sejak masih usia sekitar 4 tahun. Keinginan itu, muncul atas kemauan mereka sendiri, tanpa paksaan dirinya.

“Kalo Alya awalnya melihat lomba balap sepeda BMX dan akhirnya tertarik jadi atlit BMX, dan adiknya Arya akhirnya meniru kakaknya jadi atlit BMX juga,” ujar Isworo, Rabu (18/07/2018).

Lanjut Isworo, jika Alya putrinya menjadi juara 2 international BMX di Banyuwangi, kategori Challenge Girl tahun 2017 lalu. Sementara Arya putranya, menjadi juara 1 international BMX di Banyuwangi, kategori Challenge Boys 5-6 tahun tahun 2018.

“Syukur keduanya bisa berprestasi pak, dan tak hanya juara antar daerah, baik nasional, bahkan internasional pun pernah diperoleh,” pungkas Isworo.

Namun demikian, Isworo mengaku terkendala fasilitas untuk mengembangkan bakat putra – putrinya. Pasalnya di Kota Probolinggo sendiri, belum ada sirkuit yang bertaraf nasional. Selain itu, putra – putrinya juga sudah tak dapat sponsor.

“Dari awal melatih pakai dana sendiri, hingga akhirnya dapat sponsor. Tapi tahun 2018 ini kontraknya sudah habis, jadi ya pakai biaya sendiri lagi,” imbuhnya.

Senada disampaikan Alya, jika ia ingin sekali di kota tempat tinggalnya, ada sirkuit yang layak. Lantaran selama ini, ia kerap berlatih di jalanan umum, dan sesekali pergi ke kota lain untuk melatih bakatnya.

“Pingin disini ada sirkuit yang layak nasional, jadi kalo mau latihan tidak perlu kemana – mana lagi,” tutur Arya.

Sebagai informasi, Utoro Wahyu Isworo sendiri merupakan ayah sekaligus pelatih Alya dan Arya, dalam olah raga balap sepeda BMX. Diakui Guru olah raga yang masih berstatus GTT (guru tidak tetap) itu, dalam melatih kedua anaknya hingga menjadi atlit BMX saat ini, menggunakan dana pribadi.

“Kalo beli perlengkapan olah raga BMX Alya dan Arya, ya pakai dana pribadi. Mulai beli sepeda, body protector dan lainnya,” tandas Isworo. (Zulkiflie)

Check Also

BOSAN DIRUMAH SAJA IKUT KOMPETISI OLAHRAGA FREEFIRE PELAJAR ONLINE ADAAN KEMENPORA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Pandemi Corona membuat perubahan pada kehidupan