WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Selain Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo yang hadir pada acara High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah Provinsi Jawa Timur di Hotel JW Marriot, Surabaya, Rabu (23/01/2019) turut hadir Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah IV Jatim Difi Ahmad Johansyah.
Pada kesempatannya Difi sapaan akrab Kepala Perwakilan BI tersebut mengatakan, nilai inflasi di Jatim selalu lebih rendah di bawah nasional. Pada tahun 2018 inflasi Jatim sebesar 2,86 sedangkan nasional 3,13.
Bahkan, Provinsi Jatim kerap menjadi rujukan bagi provinsi lain. “Berkat kepemimpinan Gubernur Jatim Pakde Karwo inflasi Jatim selama 5 tahun terakhir ini sangat baik dan selalu di bawah nasional,” ungkapnya.
Dijelaskan Difi selama lima tahun kedepan banyak yang harus disiapkan untuk mengendalikan inflasi di Jatim.
Diantaranya yakni peningkatan nilai tambah di petani, integrasi hulu hilir dalam supply chain, serta penggunaan finance technology di sektor pertanian.

Kedepan akan dilakukan profiling pada petani maupun gabungan kelompok tani (gapoktan) agar bisa dikenal oleh perbankan. Ini penting dilakukan, karena lembaga keuangan butuh profiling untuk memberikan bantuan pembiayaan pada petani tambahnya.
“Jadi kita akan memperbanyak integrasi di sisi hulunya, dengan cara meningkatkan kapabilitas petani dan mengintegrasikan dengan marketplace,” tukas Difi.
Turut hadir dalam kegiatan ini, antara lain Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono, Kepala Perwakilan 4 OJK Jawa Timur, pejabat di lingkungan BI Jatim, serta pejabat di lingkup Pemprov Jatim.(Red)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.