Sabtu, 27 Juni 2026, 14:07
Home / NEWS / 600 ANAK SD PROBOLINGGO DIUKUR KEBUGARAN JASMANINYA

600 ANAK SD PROBOLINGGO DIUKUR KEBUGARAN JASMANINYA

WAGATABERITA.COM-PROBOLINGGO, Dinas Kesehatan bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo, melakukan pengukuran kebugaran jasmani pada anak sekolah. Kegiatan dilaksanakan selama bulan April 2019 di wilayah kerja Puskesmas Jorongan, Kuripan, Klenang Kidul, Gending, Sumberasih dan Glagah.

Pengukuran kebugaran jasmani dilakukan pada 600 orang anak sekolah kelas 4, 5 dan 6 SD dengan cara pengukuran tensi dan denyut nadi serta praktek lari 1000 meter. Selama kegiatan, mereka dipandu narasumber dari Dinkes Kabupaten Probolinggo dan petugas puskesmas setempat.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo, dr. Anang Budi Yoelijanto melalui Kasi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga Sumaryanto mengungkapkan, pengukuran kebugaran jasmani pada anak sekolah dimaksudkan mewujudkan siswa SD yang sehat, bugar dan berprestasi melalui pembudayaan aktifitas fisik dan olahraga yang baik, benar, terukur dan teratur di lingkungan sekolah.

“Tujuannya meningkatnya perilaku siswa SD dalam meningkatkan kebugaran jasmani, meningkatnya pengetahuan siswa SD terhadap perlunya latihan fisik dan olahraga menjadi budaya hidup sehari-hari, meningkatkan kemandirian sekolah dalam mendukung gerakan masyarakat untuk hidup sehat serta meningkatkan derajat kesehatan dan prestasi siswa SD,” katanya, Kamis (25/04/2019).

Menurut Yanto, pembangunan kesehatan mempunyai peranan penting dalam meningkatkan mutu dan daya saing sumber daya manusia. Salah satu upaya kesehatan dalam Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 Tentang kesehatan diantaranya bahwa upaya kesehatan olahraga ditujukan untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran jasmani masyarakat. Masyarakat dimaksud termasuk dalam lingkungan pendidikan formal yakni sekolah.

“Berbagai upaya meningkatkan prestasi anak sekolah diantaranya melalui aktivitas fisik atau olahraga yang baik, benar, terukur dan teratur. Program kesehatan olahraga untuk siswa SD terintegrasi dalam Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Kegiatan ini sangat diharapkan sebagai pendekatan preventif dan promotif tanpa mengabaikan pendekatan kuratif dan rehabilitatif,” jelasnya.

Yanto menerangkan kebugaran jasmani pada siswa SD merupakan salah satu komponen penting, yang dapat mendukung prestasi siswa. Kebugaran jasmani dapat menggambarkan kondisi fisik seseorang untuk melakukan aktivitas.

“Siswa sekolah yang bugar, tidak mudah lelah akan dapat mengerjakan tugas atau mengikuti pelajaran di sekolah lebih baik. Makin tinggi tingkat kebugaran jasmani seorang siswa, makin baik kemampuan fisiknya sehingga diharapkan dapat meningkatkan prestasi di sekolahnya,” terangnya.

Yanto menambahkan pengukuran kebugaran jasmani pada anak sekolah ini dilakukan demi mensukseskan Gerakan Masyarakat untuk Hidup Sehat (Germas) melalui Inpres Nomor 1 Tahun 2017. (Zulkiflie)

Check Also

USAI DIBENTUK INI KEGIATAN PERTAMA PENGURUS PP IWO

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Jajaran Pengurus Pusat Ikatan Wartawan Online (PP IWO) yang terbentuk beberapa waktu …