WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Hari Bhakti Adhyaksa Ke – 59 Kejaksaan RI dapat mengukuhkan tekad dan semangat melalui pelaksanaan penegakkan hukum yang menjadi kewenangan, tugas dan tanggung jawab bersama tegas Jaksa Agung HM Prasetyo.
Dalam sambutannya di hadapan ratusan Korps Adhyaksa di Badiklat, Ragunan, Jakarta, Senin (22/07/2019) Prasetyo memberikan 5 perintah harian diantaranya :
Tingkatkan profesionalitas kemampuan perorangan dan satuan, sebagai bekal mengantisipasi, menangani dan menuntaskan setiap masalah dan tugas yang akan dan sedang dihadapi pada perintah pertamanya.
“Kedua, Pupuk semangat solidaritas, mampu bekerja sama, berkoordinasi dan bersinergi, memegang teguh prinsip dan jati diri agar tetap terjaga dan terjunjung tinggi,” ujar Prasetyo.
Lanjutnya pada perintah ketiga tingkatkan keberanian dan kejujuran menyadari kekurangan dan kesalahan diri disertai kepekaan, cepat melakukan langkah perbaikan dan koreksi.
Selanjutnya “Keempat Kukuhkan jiwa korsa, landasan utama kebersamaan insan adhyaksa yang saling mendukung, menjaga, meningkatkan dan menguatkan sebagai penopang eksistensi, kebanggaan, martabat dan harga diri profesi bagi tetap tegaknya institusi.”
Pada perintah yang Kelima kata Prasetyo yang akan berakhir masa jabatannya periode I selama 5 tahun ini meminta para Jaksa agar mempersiapkan diri untuk mengabdi dan bekerja sepenuh hati demi kemajuan, keunggulan dan keutuhan negeri.
“(Makna 5 perintah harian itu) untuk mendorong dan semangat kerja para jajaran kejaksaan, bagimana mereka mengukur diri, bagaimana tekad dan semangat kerja mereka. Karena, Kejaksaan tidak akan segan – segan mengaku kesalahan, jika ada kesalahan itu untuk mengakuinya,” ungkap Prasetyo.
Apresiasi juga diberikan Prasetyo kepada satuan kerja di Kejagung, Kejati dan Kejari yang berhasil melakukan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

“Saya berharap agar predikat tersebut mampu dipertahankan dan dibuktikan bahwa apa yang dilakukan bukan sekedar bersifat artifisial atau lip service, melainkan benar – benar merupakan perubahaan, pembenahan substantif dan konsistensi upaya meningkatkan kinerja berujung pada peningkatan kwantitas dan kwalitas pelayanan publik,” tutur dia.
Di teruskan agar dapat menjadi role model yang mampu memberikan motivasi, mendorong dan menjadi sumber inspirasi bagi seluruh satuan kerja lainnya untuk mengikuti jejak dan segera menerapkan hal serupa bahkan dengan lebih baik.
“Saya juga menghimbau pentingnya sebuah komitmen dalam pengelolaan anggaran dan keuangan negara agar setiap rupiah dana yang tersedia dipergunakan secara tepat, transparan dan tertib. Tidak terjadi pemborosan maupun penyimpangan. Semuanya harus dapat dipertanggung jawabkan dengan baik dan benar,” imbuhnya.
Dingatkan jika ada temuan kekurangan dan kekeliruan dalam pengelolaan anggaran maka harus segera dilakukan perbaikan, penertiban dan penyempurnaan.
“Dengan kesadaran dan cara tersebut, kita semua yakin dan percaya akan mampu mempertahankan untuk mendapatkan terus predikat penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) seperti yang telah berhasil kita raih selama 3 tahun berturut – turut selama ini,” tandas dia. (Red/*)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.