WAGATABERITA.COM – BOGOR. Presiden Joko Widodo melakukan rapat terbatas (Ratas) dengan topik ‘Kesiapan Menghadapi Dampak Virus Corona’ di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Selasa, (04/02/2020).
Pada kesempatan ini Presiden meminta jajarannya cermat menghitung dampak ekonomi akibat kebijakan yang dikeluarkan, “Saya minta dikalkulasi secara cermat dampak dari kebijakan ini pada perekonomian kita, baik dari sektor perdagangan di sektor investasi dan di sektor pariwisata,” katanya.
- PAKET KEBIJAKAN EKONOMI PERCEPAT PEMERINTAH DAERAH LAKSANAKAN PEMBANGUNAN EKONOMI INVESTASI
- TEMBUS 5,88% KOTA PROBOLINGGO LAMPAUI NILAI PERTUMBUHAN EKONOMI JATIM
- KERJASAMA INVESTASI DITAWARKAN JATIM KEPADA DENMARK
- SECARA NASIONAL PDRB JATIM BERKONTRIBUSI 14,61 PERSEN
- SKEMA PEMBIAYAAN OBLIGASI DAERAH, GUBERNUR JATIM DIDISKUSIKAN DENGAN OJK
Presiden menuturkan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) negara tujuan ekspor pertama dengan pangsa pasar 16,6 persen dari total ekspor juga negara impor terbesar bagi Indonesia, “hal itu betul – betul harus diantisipasi dampak dari virus corona dan perlambatan ekonomi di RRT terhadap produk ekspor kita,” imbuhnya.
Peluang memanfaatkan ceruk pasar ekspor di negara lain juga mendapat pandangan, “saya juga melihat hal ini memberikan momentum bagi industri substitusi impor di dalam negeri untuk meningkatkan produksi berbagai produk yang sebelumnya diimpor dari Tiongkok,” lanjutnya.
Presiden meminta agar jajarannya mempersiapkan langkah kontingensi pada sektor pariwisata terutama untuk Bali dan Sulawesi Utara, “dan dalam jangka pendek saya minta dimanfaatkan peluang untuk menyasar ceruk pasar wisatawan mancanegara yang sedang mencari alternatif untuk destinasi wisata karena batal berkunjung ke RRT,” jelasnya.

Diketahui Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan beberapa kebijakan terkait penyebaran virus corona seperti langkah perlindungan dan pencegahan termasuk menghentikan sementara fasilitas bebas visa dan visa on arrival bagi warga negara Tiongkok demi kebaikan seluruh rakyat Indonesia, “sekali lagi, keputusan itu harus diambil dalam rangka untuk melindungi seluruh rakyat Indonesia di Tanah Air dari penyebaran virus corona,” tegasnya.
Pemerintah juga telah mengevakuasi 243 orang, termasuk 5 orang tim aju, dari Provinsi Hubei, RRT yang menjadi pusat penyebaran wabah yang kini telah berada di Natuna menjalani observasi selama 14 hari, sebelum diperbolehkan pulang ke keluarganya.
“Berikan pengertian pada seluruh masyarakat, seluruh rakyat di mana pun berada agar tidak perlu panik karena kita telah mengambil langkah – langkah yang cepat, mulai dari pemberlakuan protokol kesehatan, kemudian tidak mengizinkan semua pendatang yang tiba dari mainland China atau sudah berada di sana selama 14 hari untuk masuk dan transit di Indonesia,” tutupnya. (Red)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.