WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Dampak penyebaran covid – 19 hampir dirasakan semua lini masyarakat tak terkecuali anak – anak yang diketahui telah dua bulan lebih mereka harus belajar di rumah karena sekolah harus diliburkan sehingga ruang gerak anak – anak kini tak lagi bisa bebas bermain di luar rumah.
Bermain menjadi salah satu proses menjaga mental dan psikis mengembangkan daya imajinasi dan kreativitas diusia balita dan anak sehingga Komunitas Cokro bergerak bersama Ikatan Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Alamamater Wartawan Surabaya (IKA Stikosa AWS) berbagi mainan bagi anak – anak.
- KEMEN PPPA APRESIASI LANGKAH CEPAT KEMENDIKBUD JAWAB KELUHAN ANAK DAN ORANG TUA TENTANG BDR
- MENTERI BINTANG AJAK SEMUA WASPADA PADA PENGGUNA MEDSOS KARENA BANYAK PERDAGANGAN ANAK
- SUARA ANAK PERLU DIDENGAR DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN KEBUTUHAN ANAK
- KEMEN PPPA MINTA SEMUA IKUT MENJAMIN HAK ANAK KELOMPOK MINORITAS
- INI HASIL SUARA ANAK PADA PERINGATAN HAN 2019
Menurut Koordinator Komunitas Cokro Bergerak, Indra Surya Purnama menjelaskan, “berbagi mainan untuk anak – anak ini tujuannya sebagai bentuk trauma healing dan dukungan psikis di tengah pandemi Covid – 19. Mainan ini untuk mengatasi kebosanan anak selama di rumah. Sekolah selama ini juga belajar di rumah, main di luar juga dibatasi,” katanya Senin (01/06/2020).
Menggunakan tajuk bagi – bagi Dolenan kumpul mainan telah dilakukan sejak tanggal 7 hingga 22 Mei 2020 yang diterima dari pelbagai kalangan, baik keluarga, pribadi dan komunitas, “semua mainan sudah kami kemas dalam bentuk paket dan sudah disterilkan juga, sehingga aman saat dibagikan dan diterima anak – anak. Total yang sudah dikemas ada 70 paket mainan. Boneka ada 80 buah. Mainan ada 35 biji dan juga popok bayi. Kami juga berikan masker kain bantuan dari BPBD Jawa Timur,” kata Indra.

Tujuan pembagian pertama dilakukan keyayasan Pendidikan dan Penyantunan Anak Yatim Addinu Waddun’ya (Adinda) di Jalan Sidosermo Indah sementara tujuan Kedua Panti Asuhan Yatim Piatu Amanah di Jalan Pandugo II, Penjaringan Sari, Rungkut yang dibagikan secara simbolis kepada pengurus dan yang ketiga paket mainan juga dibagikan bagi anak – anak di wilayah Bratang, Nginden, Pucang, dan Manyar secara door to door atau bertahap dari rumah ke rumah.
Donasi mainan bisa dilakukan siapa saja dan kapan saja terutama pada masa pandemi, “saya, anda, dan kita semua tentu sepakat untuk bisa sama – sama merawat psikologis anak – anak di tengah pandemi Covid – 19. Donasi mainan ini hanya sebagian kecil, semata hanya untuk menjaga mental anak Indonesia dan memastikan mereka tetap dapat tersenyum di tengah pandemi,” ungkap Sekjen IKA Stikosa AWS, Muchammad Afrizal Akbar
Ditambahkan aksi sosial Komunitas Cokro Bergerak bersama IKA Stikosa AWS menjadi bentuk gotong – royong dan kepedulian yang patut selalu dijaga, “saat ini, kita lah generasi muda yang menjaga NKRI. Mereka, adik – adik dan anak – anak kita lah ke depan yang akan meneruskan perjuangan kita semua. Dengan psikologis dan psikis yang sehat, mereka, anak – anak kita semua ini lah yang memastikan ke depan Indonesia masih akan tetap ada,” pungkas M Afrizal. (Red)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.