Jumat, 17 April 2026, 11:06
Home / NEWS / SEKDAPROV HERU PASTIKAN VALIDITAS DATA COVID JATIM VALID DAN SESUAI KONDISI DI LAPANGAN
Sekdaprov Jatim Heru.

SEKDAPROV HERU PASTIKAN VALIDITAS DATA COVID JATIM VALID DAN SESUAI KONDISI DI LAPANGAN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Beredarnya informasi tentang tak validnya data para korban covid – 19 dibantah oleh Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono, dalam hal ini Sekdaprov menegaskan validitas data yang dihimpun oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid – 19 di Jatim, validitas datanya didapat dari Dinas Kesehatan (Dinkes) kota atau Kabupaten.

Selain itu untuk memastikan validitas data, pihaknya juga mencari dan menerima laporan dari masyarakat, dibantu oleh BNPB, dan dinas – dinas terkait lainnya, “selain mencari, ada laporan, dari dinas Kabupaten/Kota, dan kita ngecek juga, kita dibantu BNPB, ada dari dinas, dan tidak mungkin (tidak valid), sekali lagi nggak mungkin, ini adalah perang kita dengan Covid – 19,” bantah Heru, Kamis (18/06/2020).

Ditegaskan Pemprov Jatim tidak mengandalkan informasi berupa data tidak didasari oleh satu kondisi lapangan, bahkan data diperoleh merupakan hasil olahan para pakar di bidangnya, “jadi tidak mungkin (data tidak valid). Jadi Pemerintah Provinsi tidak akan melakukan informasi berupa data yang tidak didasari oleh satu kondisi lapangan, data itu diolah oleh pakar – pakar,” tegasnya.

Kasus pandemi Covid – 19 adalah tanggungjawab semua pihak, tidak mungkin Pemprov Jatim mengeluarkan data yang tidak sesuai dengan realitas di lapangan, “jadi sekarang ini pandemi adalah tanggung jawab kita semua. Kita tidak mungkin mengeluarkan data yang tidak sesuai dengan lapangan, berdosa. Datanya banyak, ada yang dari dinkes, ada juga data yang dari pusat,” jelas Heru.

Adanya kemungkinan salah data berdasarkan domisili disebutkan hal semacam itu telah diselesaikan dengan baik tidak masalah ketika data sudah terpublikasikan, “misalnya ya, sakitnya di Sidoarjo, tinggalnya Surabaya. Nah itu sudah diclearkan, ndak mungkinlah, urusannya dengan orang mati. Dosa pak dosa, ngawur ae, berdosa,” ujar Heru.

Diketahui Pemkot Surabaya meragukan validitas data kasus confirm yang diklaim oleh Pemprov Jawa Timur bahkan di klaim terjadi kekeliruan hingga separuh atau menyentuh angka lebih 50 persen yang bahkan diakui Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid – 19 Surabaya, Febria Rachmanita alias Feny mengaku ada perbedaan data laporan Pemprov Jatim dan hasil tracing Pemkot Surabaya.

Feny mengatakan, “kita lakukan pengecekan. Begitu kita dapat data dari Provinsi, puskesmas akan mencari apakah benar orangnya ada di situ, apakah benar orang itu tinggal di situ, apakah benar alamat itu ada,” katanya.

Menurutnya perbedaan data antara Gugus Tugas Provinsi Jatim dan kota karena ada nama maupun alamat yang ganda. Bahkan, ada pula data yang setelah di – tracing ternyata orang itu sudah tidak tinggal atau domisili di Surabaya, meski masih menggunakan KTP Surabaya. (Red)

Check Also

GRAND OPENING KANTOR BEKEEN LAW FIRM SEDERHANA TAPI MENGESANKAN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Menindak lanjuti pembukaan Kantor Pajak dan Hukum BEKEEN Law Firm (Bercahaya Keadilan …