Selasa, 21 April 2026, 17:12
Home / BANGKALAN / 52 EKOR PAUS TERDAMPAR DI BANGKALAN 51 MATI SISA SATU YANG HIDUP BEGINI KONDISINYA
Penggalian dan Penguburan Paus Mati Terdampar Di Laut Bangkalan.

52 EKOR PAUS TERDAMPAR DI BANGKALAN 51 MATI SISA SATU YANG HIDUP BEGINI KONDISINYA

WAGATABERITA.COM – BANGKALAN. Terdamparnya Ikan Paus jenis Pilot di Perairan Pantai Desa Patereman, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan dua hari belakangan ini terus menjadi perhatian banyak pihak termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Sabtu (20/02/2021).

Informasi yang diberikan per Jumat (19/02) terdapat 52 ekor paus yang terdampar tetapi 49 ekor ditemukan telah mati, sementara 3 ekor lainnya diupayakan kembali ke laut lepas. Tetapi dua ekor dari ketiganya juga ditemukan mati meski telah dicoba 4 kali dikembalikan kelaut lepas sehingga hanya tersisa 1 ekor yang berhasil kembali ke laut lepas yang juga terus dalam pantauan.

Dua eskavator telah dikirim Pemprov Jatim untuk menggali lubang guna mengubur paus – paus yang telah mati dimana letaknya berada di perairan Pantai Modung berjarak 70 meter dari bibir pantai dengan kedalaman minimal 5 meter yang penting dilakukan agar tidak ada air masuk ketika pasang air laut terjadi.

Dalam hal ini pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Jatim menjelaskan terdapat dua titik penguburan untuk 25 ekor paus pada titik pertama dan pada titik kedua untuk 21 ekor lainnya tetapi satu ekor harus dikuburkan secara manual karena jarak yang jauh dari titik penguburan sementara 4 sisanya terseret arus ombak.

Selain Pemprov Jatim dibantu oleh warga sekitar turut terjun langsung pada proses penggalian dan penguburan pihak Balai Besar KSDA Jatim, perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup, TNI, Polri, para relawan dan pegiat lingkungan, tokoh masyarakat, Forum Koordinasi di tingkat Kecamatan Modung, Bangkalan, serta perwakilan akademisi dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Unair.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi terkait kerja keras dan gotong royong tersebut, “terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak termasuk para nelayan dan relawan, sehingga masalah paus yang terdampar ini bisa segera kita atasi bersama. Ini adalah wujud rasa cinta dan peduli kepada lingkungan serta makhluk hidup di sekitar kita,” katanya di Gedung Grahadi, Surabaya.

Koordinasi akan dilakukan pihaknya pada Tim Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut untuk penyebab ikan Paus terdampar, “kami akan terus mengupdate untuk sampel ikan Paus mati yang dilakukan oleh FKH Unair. Hasil penelitian ini penting sebagai rekomendasi, agar kita bisa melakukan pencegahan sehingga tidak sampai terjadi kejadian yang sama,” tutup Khofifah. (Red)

Check Also

USAI DIBENTUK INI KEGIATAN PERTAMA PENGURUS PP IWO

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Jajaran Pengurus Pusat Ikatan Wartawan Online (PP IWO) yang terbentuk beberapa waktu …