Sabtu, 26 Mei 2018, 15:20
Home / Uncategorized / PAKDE KARWO HARAP PEMIKIRAN PRODUKTIF MAHASISWA BERI SUMBANGSIH BAGI PEMBANGUNAN

PAKDE KARWO HARAP PEMIKIRAN PRODUKTIF MAHASISWA BERI SUMBANGSIH BAGI PEMBANGUNAN

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sebagai forum intelektual dan memiliki pengetahuan yang tinggi harus aktif membantu dan mengawal jalannya pembangunan di Jawa Timur.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo saat menghadiri Konsolidasi BEM Jawa Timur 2018 di Gedung Loka Arta Praja Kantor Bapenda Jatim Jl. Manyar Kertoarjo Surabaya, Kamis (19/04/2018).

Dikatakannya, pemikiran mahasiswa yang produktif harus memberikan energi dan sumbangsih positif bagi pembangunan. Konsep pembangunan yang berkualitas, adalah mampu mengatasi serta mengurangi kemiskinan, pengangguran dan menurunkan disparitas antara daerah perkotaan dan pedesaan. “Disinilah peran BEM sebagai forum intelektual untuk mampu bersikap kritis dan aktif untuk mengawal pembangunan di Jatim,” ungkapnya.

Pakde Karwo sapaan akrabnya menjelaskan, BEM sebagai forum intelektual tidak boleh terpengaruh oleh apapun. Namun, keberadaanya harus memberikan pengaruh terhadap konsep kesejahteraan masyarakat di Jatim. “Ini adalah hal yang sangat serius, jika mahasiswa tidak membantu pemerintah maka, jalannya pembangunan di Jatim tidak akan optimal,” ujarnya.

Dihadapan Presiden Mahasiswa (Presma) se Jatim, ia mengungkapan pada tahun 2019 akan terjadi bonus demografi di Jatim. Sedangkan nasional akan terjadi pada tahun 2030. Kondisi tersebut, harus dimanfaatkan oleh mahasiswa sebagai bonus demografi bukan sebagai bencana demografi.

Salah satu langkah untuk menghadapi tantangan dari adanya bonus demografi tersebut adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang cerdas dan penyiapan sarana infrastruktur.

“Kita menyampaikan kepada BEM tentang hal perubahan zaman ke depan seperti apa. Tantangan kita adalah bonus demografi akankah menjadi bonus atau bencana. Maka solusinya adalah peningkatan kualitas SDM, infrastruktur. Intinya, kami ingin mencetak generasi cerdas berakhlak baik,” tegasnya.

Di bidang pendidikan, Pemprov Jatim telah melakukan moratorium SMU dan SMK dengan menerapkan program dual track yang bertujuan meningkatkan kualitas SDM agar lebih berdaya saing. Salah satu langkahnya yakni memperbaiki kualitas pendidikan formal serta menambahkan kurikulum SMA dengan menyisipkan pendidikan vokasional.

Langkah lainnya, yakni penerapan pendidikan vokasional ke sektor informal seperti penambahan Balai Latihan Kerja (BLK) berstandar internasional, memperkuat SMK Mini dan melakukan kerjasama dengan Jerman. Di yakini, jika link and match antara SMK dengan industri dan perusahaan berjalan, akan memenuhi kebutuhan tenaga kerja di Jatim.

Sementara itu, di bidang infrastruktur pihaknya akan mempercepat pembangunan jalan tol, peningkatan dan pemeliharaan jalan arteri, pembangunan pantai lintas selatan dan percepatan pembangunan kereta api double track. (Red)

Check Also

BULAN SUCI RAMADHAN, IWO LAMPUNG BAGI TAKJIL

WAGATABERITA.COM – LAMPUNG. Bulan Ramadhan dimanfaat kan sebaik – baik nya oleh para Wartawan yang tergabung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *