Selasa, 21 April 2026, 15:53
Home / NEWS / Mengenang Kepergian Tokoh Pers, Siti Latifah Herawati Diah

Mengenang Kepergian Tokoh Pers, Siti Latifah Herawati Diah

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Berita kepergian selama-lamanya Tokoh Pers Nasional, Siti Latifah Herawati Diah baru saya ketahui Minggu 2 Oktober 2016, atau dua hari setelah meninggalnya Jumat (30/9/2016) pukul 04.20 WIB di Rumah Sakit Medistra Jakarta.

Berita itu, saya ketahui ketika secara tak sengaja membuka akun facebook yang di share oleh teman-teman. Maklum saja, selama beberapa hari sebelumnya, saya terlalu sibuk untuk berbagai urusan pekerjaan, sehingga banyak berita yang terlewatkan.

Sejujurnya saya memang tidak mengenal secara pribadi Ibu Herawati Diah dan sebaliknya, Almarhumah, Ibu Herawati juga tak mengenal saya. Namun sering kita berjumpa pada acara peringatan Hari Pers Nasional di berbagai kota di tanah air. Awal perjumpaan kami saat itu, saya masih menjabat Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Tahun 2000-2005.

Ketika saya menjabat Ketua PWI Sultra, tahun 2010-2015, saya sudah jarang lagi melihat Ibu Herawati menghadiri acara Hari Pers Nasional yang jatuh pada tanggal 9 Februari, Setiap tahunnya. Peringatan hari Pers Nasional selalu di hadiri Presiden Republik Indonesia bersama sejumlah Menteri Kabinetnya.Tak heran jika banyak Pejabat Daerah berebut menjadi tuan rumah untuk memperingatinya. Maklum saja, sebab kehadiran Presiden bersama Menteri, ke Daerah, dianggap selalu banyak urusan yang bisa terselesaikan seketika.

Menurut rekan-rekan senior saya yang mengenalnya lebih dekat, ketidak hadiran Ibu Herawati, karena memang usianya sudah terlalu uzur. Itulah sebabnya beberapa tahun belakangan, Ibu Herawati terlihat selalu dipapah jika menghadiri acara-acara. Beliau Wafat di usia 99 tahun. Usia panjang yang jarang terjadi bagi orang Indonesia.

Meski saya tidak mengenal secara pribadi, namun dari cerita kawan-kawan senior dan dari Sejarah dan Perjuangan Pers yang saya baca, saya mengenal Ibu Herawati Diah tak hanya menjadi Istri dari Tokoh Pers Nasional, Almarhum BM Diah yang juga mantan Menteri Penerangan RI.

Ibu Herawati Diah bersama suaminya, aktif hingga akhir hayat untuk memperjuangkan cita-cita bangsa Indonesia yakni  Merdeka, Bersatu, Berdaulat, Adil dan Makmur, melalui berbagai kegiatan dan aktifitasnya serta berbagai organisasi sosial yang digelutinya.

Wanita yang lahir 3 April 1917 di Tanjung Pandan, Belitung ini telah menyelesaikan pendidikannya di perguran tinggi luar negeri sebelum Indonesia Merdeka. Dia Belajar Sosiologi di Barnard College, Universitas Columbia, New York. Setahun setelah lulus, tepatnya tahun 1942, ia kembali ke Indonesia. Ia lalu bekerja di United Press Internasional (UPI), selanjutnya menjadi penyiar radio  Hosokyoku pada zaman penjajahan Jepang.

Herawati jatuh cinta dengan BM Diah yang juga bekerja sebagai wartawan radio hosokyoku. Mereka berpacaran hingga akhirnya menikah 18 Agustus 1942. Pesta pernikahan mereka, dihadiri oleh Bung Karno dan Bung Hatta yang dikemudian hari menjadi Proklamator kemerdekaan RI. Pasangan Herawati – BM Diah, dikaruniai dua orang anak perempuan dan seorang anak laki-laki.

Beberapa tahun kemudian setelah menikah, tepatnya 1 Oktober 1945, bersama suaminya yang juga bekerja di Koran Asia Raya, mendirikan Harian Merdeka. Koran ini berganti kepemilikan nya di Tahun 1999.

Beberapa tahun kemudian, tepatnya tahun 1955, bersama suaminya, dia mendirikan koran berbahasa Inggris pertama di Indonesia. Namanya The Indonesian Observer. Koran tersebut dibagi-bagikan dalam Konfrensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955. Koran berbahasa Inggris ini berjaya dan bertahan aktif hingga tahun 2001.

Diusianya yang terbilang sudah uzur, Herawati, juga banyak aktif di berbagai organisasi sosial termasuk ikut memperjuangkan hak wanita melalui aktitas berbagai organisasi sosial. Sebut saja, Women’s International Club, Lingkar Budaya Indonesia, Gerakan Pemberdayaan Swara Perempuan dan lain-lain.

Bangsa Indonesia telah kehilangan salah satu Wanita terbaiknya, Tokoh Pers, Tokoh Wanita, Pejuang yang terus mengisi kemerdekaan hingga akhir hayat. Selamat Jalan Ibu Herawati. Semoga perjuangan dan Cita-citamu dapat diteruskan, dan seluruh amal ibadahmu dapat di terima di Sisi Nya. (Sudirman Duhari).

 

Check Also

GRAND OPENING KANTOR BEKEEN LAW FIRM SEDERHANA TAPI MENGESANKAN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Menindak lanjuti pembukaan Kantor Pajak dan Hukum BEKEEN Law Firm (Bercahaya Keadilan …