WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Menurunnya alokasi kuota pupuk bersubsidi tahun 2017, lantaran Peraturan Menteri Pertanian Nomor 69/2016, tentang alokasi dan HET pupuk bersubsidi TA 2017 kuota pupuk secara nasional berkurang.
Membuat pemerintah daerah kabupaten Probolinggo Jawa Timur, bersama produsen pupuk milik BUMN, PT Petro Kimia Gresik, melakukan terobosan membuka Gerai pupuk Non Subsidi Petromart, di kawasan sentra pertanian lereng Gunung Bromo, Sukapura, Jum’at (26/05/2017).
Direktur Teknik dan Pengembangan PG, Arif Fauzan menyampaikan, adanya terobosan Gerai pupuk Non Subsidi Petromart di daerah, merupakan langkah menjawab keinginan petani atas ketersediaan pupuk yang mencukupi di daerah. Selain menjawab kebutuhan petani di desa, pihaknya, juga ingin menyasar kebutuhan pertanian dan perkebunan masyarakat perkotaan (Urban Farming).
Seperti diketahui, warga lereng Bromo mayoritas merupakan seorang petani, yang aktifitas kesehariannya bercocok tanam di sawah. Pertanian yang dihasilkan biasanya adalah tanaman jenis Holtikultura (budidaya perkebunan).
Petani setempat, Sudir, mengaku sempat khawatir dengan menurunnya jumlah alokasi pupuk bersubsidi. Namun dengan adanya Gerai Petromart, ia menganggap bisa menjadi alternatif lain guna mencukupi kebutuhan pupuk para petani.
Sementara itu menyikapi masalah penurunan alokasi pupuk, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo, Hasyim Asyari mengatakan, penurunan alokasi pupuk terjadi, atas kebijakan Kementerian Pertanian (Kementan).
“Semua jenis pupuk yang dikucurkan pemerintah pusat, mengalami penurunan, Seperti diketahui, Tahun 2017 ini petani Kabupaten Probolinggo mendapat alokasi sebanyak 74.871 ton. Alokasi itu turun sebanyak 10.194 ton dari tahun 2016 lalu yang mencapai 85.065 ton,” kata Hasyim. (Zulkiflie!/Dir)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.