Sabtu, 18 April 2026, 20:54
Home / NEWS / POLITIK / INI PERTIMBANGAN PDIP DALAM MEMUTUSKAN NAMA CAGUB – CAWAGUB DI PILGUB 2018
Ketua DPD PDIP Jatim, Kusnadi. Sumber Foto : Nur Rizki Utomo Putri

INI PERTIMBANGAN PDIP DALAM MEMUTUSKAN NAMA CAGUB – CAWAGUB DI PILGUB 2018

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2018 akan berlangsung tahun depan. Satu nama calon Gubernur (cagub) yang sudah pasti telah dikantongi, yaitu Syaifullah Yusuf. Namun teka – teki nama calon wakil Gubernur (cawagub) yang akan mendampingi Gus Ipul di Pilgub 2018 nanti, masih menjadi tanda tanya besar.

Gus Ipul sendiri mendaftarkan diri sebagai cagub melalui Partai Demokrat Indonesia Perjuangan (PDIP). Namun hingga saat ini PDIP Jatim masih belum mengumumkan siapa nama kandidat potensial yang memiliki kesempatan sebagai cawagub.

Ketua DPD PDIP Jatim, Kusnadi mengatakan pemilihan calon wakil Gubernur masih menunggu proses internalisasi dan keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Selain itu PDIP tidak ingin gegabah dalam mengusung tokoh politik. Hal itu didasarkan atas pertimbangan stabilitas Jatim.

“Kita ingin Pemilu Guberbur Jatim tetap berada dalam kondisi yang kondusif, karena ini akan mempengaruhi kondisi Pileg (Pemilihan Legislatif) dan Pilpres (Pemilihan Presiden) yang akan datang,” kata anggota komisi A DPRD Jatim itu.

Sementara itu pertimbangan nama tokoh yang akan diusung PDIP, didasarkan pada penilaian Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri. Menurutnya, Megawati memiliki dua pertimbangan dalam mengusung tokoh politik.

“Hak preogatif hanya pada ketua umum. Pemilihan calon oleh Bu Mega didasarkan pada penilaian berdasarkan pertimbangan akademis dan pertimbangan politis,” ungkapnya Rabu (05/07/2017).

Pada pertimbangan akademis, penilaian melihat latar belakang pendidikan, hingga karir dan kiprah tokoh di dunia politik. Sedangkan untuk pertimbangan politis, Kusnadi mencontohkan dilakukan dengan melihat kondisi Jatim saat ini. Pemilihan tokoh politik sebisa mungkin menghindari gejolak yang mengganggu stabilitas keamanan Jatim.

“Ada banyak tokoh potensial yang bisa kita usung. Tapi pertimbangan Bu Mega lebih baik mengalah demi keadaan tetap kondusif. 60% kantong pemilih terbesar ada di tiga jawa, dan berdasarkan persepektif Pemilu tahun 55, Jawa Timur ini rumahnya kaum nahdliyin. Maka kita harus bekerjasama dengan kaum nahdliyin untuk menjaga Jatim lebih kondusif,” terangnya.

Kusnadi juga menambahkan jika gerakan nahdliyin dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dipertemukan dengan gerakan nasionalis dari PDIP, maka Jatim akan lebih kondusif. (Nur Rizki Utomo Putri/Halu)

Check Also

AJAK KOMPAK ORANG TUA SISWA PETRA 5 ADAKAN FUN RUN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Student Learning Outcomes atau Disingkat SLO