Sabtu, 18 April 2026, 19:06
Home / EKONOMI / BISNIS / PELAKU USAHA JASA KONTRUKSI DIMINTA LEBIH PROFESIONAL
Asisten II Bidang Perekonomian Pemprov Jatim Fatah Yasin Saat Memberikan Sambutan Dalam Acara Musyawarah Daerah (Musda) Ke - 4 Gabungan Pengusaha Kontraktor Nasional Indonesia (Gapeknas) Jatim Di Hotel Wndyham Surabaya, Sabtu (12/08/2017) Malam. Sumber Foto : Endri Soedarto

PELAKU USAHA JASA KONTRUKSI DIMINTA LEBIH PROFESIONAL

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Para pelaku usaha jasa konstruksi harus meningkatkan profesionalismenya. Profesionalisme ini berkaitan erat dengan hasil proyek dari pelaku usaha yang bersangkutan. Dengan demikian, jika pelaku usaha jasa konstruksi semakin profesional, potensi untuk bisa bersaing di pasar juga semakin besar.

Demikian dikatakan Perwakilan Gubernur Asisten II Bidang Perekonomian Pemprov Jatim Fatah Yasin saat memberikan sambutan dalam acara Musyawarah Daerah (Musda) ke – 4 Gapeknas Jatim di Hotel Wndyham Surabaya, Sabtu (12/08/2017) malam.

“Sebenarnya tidak hanya terbatas bagi Gapeknas saja, tapi bagi seluruh asosiasi jasa konstruksi yang ada harus lebih meningkatkan profesionalitas kerja dan SDM yang mereka miliki. Ini agar mereka bisa bertahan dan bersaing,” ungkapnya.

Menurut Yasin, peningkatan profesionalisme ini merupakan tuntutan dunia global. Baik masyarakat umum maupun pemerintah sebagai pengguna jasa dipastikan akan selalu mempertanyakan dan menekankan hal tersebut.

“Ini seiring dengan tuntutan masyarakat sebagai pengguna jasa, baik pemerintah maupun masyarakat umum. Terlebih ke depan persaingan akan lebih kompetitif,” tandasnya.

Yasin mengatakan, persaingan yang terjadi tidak hanya antar anggota atau antar asosiasi lain, namun persaingan ini juga akan diramaikan oleh perusahaan jasa konsrtruksi asing yang masuk Indonesia, khususnya ke Jatim. “Jika kita tidak segera bersiap dengan meningkatkan kinerja kita, maka akan terlindas,” tegasnya kepada wagataberita.com saat memberikan keterangan pers di Hotel Wndyham Surabaya, Sabtu (12/08) malam.

Peningkatan profesionalisme, lanjut Yasin, harus diwujudkan dengan perbaikan tata kelola perusahaan, peningkatan SDM, serta penggunaan teknologi modern dalam pelaksanaan kerja, baik itu teknologi internet maupun teknologi keteknikan.

“Sekarang, tidak boleh ada perusahaan konstruksi yang buta komputer atau pun internet. Karena ini adalah kebutuhan mendasar. Sementara penggunaan teknologi keteknikan ini akan bisa menjadikan kinerja lebih efisien tapi fungsi konstruksi tetap kuat,” terangnya. (Endri Soedarto/Halu)

Check Also

AJAK KOMPAK ORANG TUA SISWA PETRA 5 ADAKAN FUN RUN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Student Learning Outcomes atau Disingkat SLO