Selasa, 23 Oktober 2018, 2:08
Home / NEWS / SAMBUT TAHUN BARU 2018, MASYARAKAT MUNA PADATI TUGU JATI BERSAMA BUPATI
Bupati Muna Bersama Isterinya Saat Menyalakan Kembang Di Panggung Pelepasan Dan Penjemputan Tahun Baru. Sumber Foto : Zainal Arifin Suyoto

SAMBUT TAHUN BARU 2018, MASYARAKAT MUNA PADATI TUGU JATI BERSAMA BUPATI

WAGATABERITA.COM – MUNA. Tidak seperti tahun – tahun sebelumnya, perayaan pelepasan Tahun 2017 dan penjemputan Tahun baru 2018. Kali ini, terpusat di Alun – alun Tugu Jati Kota Raha, dari berbagai sisi dan sudut jalannya di hiasi dengan berbagai model pemandangan tenda jadi serta berbagai model baleho tujuh pesona Wisata Alam di Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), yang terpampang rapi.

Pengunjungnya ribuan masyarakat dari berbagai sudut Kecamatan dan Desa, memenuhi area Alun – alun Tugu Jati di Daerah penghasil Kayu Jati itu. Mereka pun terlihat begitu antusias menanti detik – detik pergantian tahun itu.

Bupati Muna, LM Rusman Emba, pada kesempatan itu mengucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada semua pihak yang telah bekerja sama dan turut memeriahkan serta menjaga keamanan dalam berjalannya pesta penyambutan tahun baru.

Usai menyampaikan penghargaannya kepada masyarakat, Rusman pun mengungkapkan proses percepatan Pembangunan di Muna itu harus di bangun secara bersama – sama. Rencananya, 2018 ini, Ia akan menitik beratkan pembangunan pada wilayah kota.

“Karena wilayah kota adalah objek pertama yang menjadi penilaian, dalam berkembangnya suatu daerah. Maka tahun ini kita pusatkan pembangunan di Kota,” ucapnya.

Dari beberapa kegiatan yang telah dicanangkan dalam satu tahun terakhir ini, tambah Mantan Anggota DPDRI itu adalah seperti festival Pantai meleura, peresmian rumah adat dan lain sebagainya, tentu masih merupakan awal dari perjuangan Pemerintah Kabupaten Muna.

Lebih lanjut dikatakannya, Insya Allah Daerah kita (Muna) akan jauh lebih berkualitas lagi dari sebelum sebelumnya.

“Jadi saat ini, seluruh masyarakat agar mulai siap dengan perkembangan Kabupaten Muna, karena pihaknya yakin tagline “Mai Te Wuna” akan segera terbukti. Dan akan mulai Banyak turis yang akan berkunjung di Kabupaten Muna. Jadi mulai sekarang kebersihan lingkungan juga patut kita perhatikan, karena keindahan suatu daerah juga tergantung pada kebersihannya. Namun dukungan dan kerjasama kita antara pemerintah dan masyarakat sangat di butuhkan,” tuturnya Senen (01/01/2017).

Sementara itu, Wakil Bupati Muna, Malik Ditu, membeberkan dukungannya terhadap rencana Rusman Emba, selaku Bupati Muna dalam membangun wilayah Kota Raha. Ia sangat berharap juga agar di Kota Raha dapat dibangun sekolah perguruan tinggi.

Ketika Ditu berbicara tentang pembentukan Universitas di Muna dalam waktu dekat bakal terealisasi, secara spontan penonton didepan panggung memberi apresiasi dengan tepuk tangan yang meriah. Ini disampaikan Wakil Bupati Muna Abdul Malik Ditu ketika waktu menunjukkan kurang dari 10 menit memasuki tahun baru 2018.

“Pembentukan Universitas sengaja dikebut Pemda untuk mengangkat kesejahteraan di Bumi Sowite. Bila universitas terbentuk maka perputaran ekonomi masyarakat Muna tidak menjalar keluar daerah. Perputaran uang banyak mengalir di Kabupaten Muna. Tentu dengan jumlah yang tidak sedikit. Anak – anak sekolah yang telah menamatkan studinya dapat melanjutkan jenjang pendidikan di universitas yang ada di Muna. Orang tua tak perlu repot mengirim uang pendidikan diluar daerah,” ungkap Mantan Ketua Partai Demokrat itu di hadapan puluhan ribu masyarakat Muna yang menhadiri pesta perayaan pelepasan tahun dan penjemputan tahun baru itu.

Ditambahkan, Pengembangan pariwisata juga menjadi titik perhatian Pemda Salah satu yang menjadi fokus yakni mengangkat nilai – nilai budaya menjadi tujuan wisata. Pemda Muna telah berbuat dengan mendirikan rumah adat Bharugano Wuna.

Menurutnya pengembangan budaya sangatlah penting menjadi dasar kiriman Wisatawan. Salah satu contoh Bali yang hampir setiap saatnya mendapat kunjungan yang begitu besar dari berbagai wisatawan mancanegara dan lokal karena budayanya. Selain itu pun keindahan alam. “Dengan dasar itu Pemda berupaya menggenjot dan akan melestarikan nilai – nilai budaya di Kabupaten Muna,” tandasnya.

Usai menyampaikan sambutan kedua Pemimpin di daerah Penghasil Kayu Jati itu,  bersama masyarakat yang hadir  mempersiapkan diri melakukan penyambutan tahun 2018. Terlihat seluruh masyarakat yang hadir memegang lentera, sementara Bupati bersama isterinya Yanti Setiawati dan Wakil Bupati serta para pejabat yang hadir memegang kembang api, Senen (01/91/2017) dini hari. (Zainal Arifin Suyoto).

Check Also

TAK NGOPI, CAK YUHAS JUGA INGIN MENGERTI KOPI

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Itulah bila menjadi seorang Politikus, mereka harus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *