Senin, 24 Februari 2020, 20:50
Home / NEWS / HUKUM / PELANGGARAN LAIN DI TRENGGALEK MENURUN HINGGA 65%
Apel Penutupan Operasi Keselamatan Semeru 2018 Di Halaman Mapolres Trenggalek.

PELANGGARAN LAIN DI TRENGGALEK MENURUN HINGGA 65%

WAGATABERITA.COM – TRENGGALEK. Operasi Keselamatan Semeru 2018 usai digelar. Operasi yang digelar Polres Trenggalek selama 21 hari mulai tanggal 5 hingga 25 Maret 2018 ini dinyatakan sukses menurunkan angka pelanggaran lalu lintas khususnya di Kabupaten Trenggalek.

Kasatlantas Polres Trenggalek AKP Ricky Tri Dharma menuturkan hasil evaluasi pelanggaran lalulintas sebelum dan sesudah operasi mengalami penurunan cukup signifikan mencapai 65%.

Sebelum operasi dilaksanakan terdapat 798 pelanggar, sedangkan pada saat digelar operasi hanya terdapat 282 pelanggaran saja.

“Dari aspek kendaraan, 94% diantaranya adalah sepeda motor. Sedangkan dari segi Jenis pelanggaran, terbanyak adalah melanggar rambu sebesar 35%, kemudian tidak menggunakan helm 29%, melawan arus 20%. Sisanya pelanggaran surat – surat, muatan dan sabuk keselamatan,” tutur Ricky, Senin (26/03/2018).

Masih terang  Ricky, keberhasilan tersebut tak lepas dari kerja keras dan kreativitas dari personel yang mengawaki dari masing – masing Kasatgas Operasi.

Selain itu, pihaknya terbilang sangat gencar melakukan sosialisasi tertib berlalu lintas di segala lini masyarakat. Belum lagi video parodi himbauan keselamatan berlalu lintas yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu.

“Video parodi tersebut berhasil menarik perhatian sekaligus menyadarkan masyarakat tentang pentingnya keselamatan berkendara. Diluar itu, sosialisasi juga masif kami lakukan pada sekolah dan komunitas masyarakat lainnya disamping melalui media cetak maupun elektronik,” imbuhnya.

Upaya tersebut tidak berhenti saat berlangsungnya operasi saja, melainkan sosialisasi yang akan terus dilakukan dengan menggunakan berbagai metode sehingga kesadaran masyarakat tentang pentingnya keselamatan berkendara semakin meningkat. Outputnya adalah pelanggaran dan kecelakaan dapat lebih diminimalisir.

“Kesadaran tertib berlalulintas itu berangkat dari hati masing – masing individu. Bukan karena takut karena ada polisi. Jadi kita tak akan pernah lelah untuk terus memberikan penyadaran kepada masyarakat,” pungkas Ricky.

Dengan begitu, diharapkan pelanggaran semakin menurun. Demikian pula dengan kecelakaan lalulintas bisa semakin di tekan. (Ayu Mila Sari)

Check Also

TAK KUAT TERIMA KASUS KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK DIPADANG MENTERI BINTANG MINTA KEPOLISIAN USUT TUNTAS

WAGATABERITA.COM – PADANG. Terkait penuntasan kasus kekerasan seksual pada anak