Rabu, 24 Oktober 2018, 7:58
Home / NEWS / MASUKI SESI IV TOL PASPRO, PPK WARNING WARGA TAK JUAL TANAH KE MAKELAR
Sosialisasi Tol Paspro Sesi IV, Selasa (03/04/2018), Sumber Foto : Zulkiflie

MASUKI SESI IV TOL PASPRO, PPK WARNING WARGA TAK JUAL TANAH KE MAKELAR

WAGATABERITA.COM-PROBOLINGGO. Pengerjaan proyek strategis nasional, Pembangunan Tol Pasuruan – Probolinggo (PASPRO) kini telah memasuki sesi IV, Jalur penguhubung SS Leces – SS Gending.

Dalam pembangunan Tol kali ini, Areal yang akan dibangun jalur Tol, Didominasi oleh lahan pertanian produktif, Seperti pertanian Padi, Jagung, Dan Bawang merah. Dengan rincian 99% lahan pertanian, Dan 1% lahan permukiman.

Langkah tersebut sengaja dilakukan, Guna meminimalisir terjadinya polemik ataupun sengketa tanah dengan warga, Yang sempat terjadi di III sesi pembangunan sebelumnya. “Kita sengaja memilih lahan pertanian guna menghindari sedikit kendala seperti kemarin,” Kata Agus Minarno, Selaku PPK.

Lebih lanjut, Agus Minarno yang merupakan Pejabat Pembuat Komitmen menjelaskan, Jika untuk proses pembebasan lahan Tol Paspro di seksi IV (SS Leces – SS Gending), Diprediksi akan memakan biaya pembangunan sebesar Rp 400 Milyar. Tol Paspro seksi IV sendiri, Memiliki panjang 12,45 kilometer dan luas 131 hektare.

Guna merealisasikannya, Selasa (03/04/2018), Pihak PPK Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Lantas melakukan sosialisi terhadap warga yang lahannya terdampak pembangunan tol.

Sosialisasi sendiri dilakukan di desa Sumberklidung, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo. Selain bertujuan guna menerangkan pelaksanaan pembangunan Tol, Sosialisasi juga bertujuan mengingatkan warga lahannya terdampak Tol, Agar berhati – hati saat menjual tanahnya. Agus Minarno mengingatkan warga, Agar tidak terjebak ulah makelar tanah.

“Kami tak bertanggung jawab jika bapak ibu menyerahkan dokumen tanah pada oknum siapapun sekalipun mengaku kenal pejabat atau jenderal,” Jelasnya.

Sementara untuk rincian Pembangunan Tol Paspro di kabupaten Probolinggo, Sesi IV kali ini meliputi wilayah Kecamatan Leces yakni (Desa Clarak) ; KecamatanTegalsiwalan yakni (Desa Banjarsari, Desa Tegalsiwalan, Deda Sumberkledung , Desa Tegal Mojo) ; Kecamatan Dringu yakni (Desa Watuwungkuk) ; Kecamatan Gending (Desa Banyuanyar Lor, Desa Sumber Kerang, Desa Pajurangan, Desa Sebaung) ; dan ada juga di Kecamatan Banyuanyar (Desa Bladu Wetan, Desa Banyuanyar Tengah, Desa Liprak Kulon, Desa Pendil, Desa Alassapi) ; Kecamatan Maron (Brimbungan Kidul, Desa Pegalangan Kidul, Desa Suko). (Zulkiflie)

Check Also

GERTAK RAIH PIALA EMAS GOOD PRACTICE AWARDS – OTONOMI AWARDS 2018 JATIM

WAGATABERITA.COM – TRENGGALEK. Program GERTAK (Gerakan Tengok Bawah Masalah Kemiskinan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *