Rabu, 22 April 2026, 1:59
Home / SURABAYA / LITERASI INFORMASI, PERAN PENTING PENINGKATAN KUALITAS HIDUP KELUARGA

LITERASI INFORMASI, PERAN PENTING PENINGKATAN KUALITAS HIDUP KELUARGA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Jawa Timur, Dra. Hj. Nina Kirana Soekarwo, M.Si membuka Penyuluhan Kader PKK Desa/Kelurahan Provinsi Jawa Timur Tahun 2018 di Hotel Harris, Jl. Bangka Surabaya, Selasa (24/07/2018) sore.

Dalam kesempatan ini Bude Karwo, sapaan akrab Ketua TP PKK Jatim
mengajak seluruh kader PKK untuk meningkatkan literasi informasi atau melek informasi bagi masyarakat. Caranya, antara lain mengunjungi perpustakaan, khususnya perpustakaan di Desa/Kelurahan.

Dikatakan Bude Karwo, literasi informasi berperan penting bagi peningkatan kualitas hidup keluarga. Mengutip pernyataan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa – Bangsa (PBB) Kofi Annan yang menegaskan, literasi adalah jembatan dari penderitaan menuju harapan, dan tameng terhadap kemiskinan, serta penyokong pembangunan.

Istri Gubernur Jatim ini mencontohkan, kegiatan literasi informasi yang dapat dilakukan kader PKK di perpustakaan diantaranya adalah belajar resep masakan, menyulam, dan cara mendidik anak. Seluruhnya bisa dipelajari baik lewat membaca buku, maupun dengan memanfaatkan fasilitas internet yang tersedia di perpustakaan.

“Khusus bagi kaum perempuan yang merupakan agen kesehatan gizi dan keluarga, literasi adalah hak asasi manusia yg mendasar, dan menjadi jalan untuk kemajuan dan sarana yang membuat perempuan menuju pemenuhan potensi dirinya,” katanya.

Karena itu, Bude Karwo terus mendorong semangat kader – kader PKK untuk menggerakkan masyarakat meningkatkan literasi informasi di perpustakaan, khususnya di desa/kelurahan. TP PKK harus terus aktif untuk meningkatkan gerakan membaca, memahami, dan mengajarkan pengetahuan yang didapat kepada masyarakat.

Ditambahkannya, salah satu kegiatan TP PKK bersama pemerintah yang telah terbukti mampu meningkatkan semangat membaca di masyarakat adalah gerakan membacakan buku pada anak – anak menjelang tidur. Gerakan tersebut dicanangkan pada bulan Mei Tahun 2014 lalu.

“Ini sangat efektif untuk meningkatkan minat baca, terbukti indeks minat baca naik signifikan. Setelah gerakan ini, indeks minat baca Jatim naik dari 56% di 2013 menjadi 65,5% di 2014, kemudian tahun 2015 naik menjadi 69%, dan tahun berikutnya menjadi 72%,” tambahnya.

Bude Karwo juga mengapresiasi perkembangan perpustakaan di desa/kelurahan, dimana saat ini telah terbentuk 3.557 perpustakaan desa/kelurahan. Kemudian di tahun 2018 ini, dengan adanya bantuan 1.000 buku dan 2 buah rak buku untuk 100 desa, maka jumlah perpustakaan di desa/kelurahan bertambah 100 lagi sehingga menjadi 3.657.

“Kami apresiasi Pemprov Jatim yang terus mengembangkan perpustakaan, kaim juga berharap pemerintah Kabupaten/Kota juga ikut tergerak untuk menambah perpustakaan di wilayahnya. Kami juga mengapresiasi TP PKK yang menjadi ujung tombak untuk meningkatkan kualitas SDM di desa,” pujinya. (Red)

Check Also

AJAK KOMPAK ORANG TUA SISWA PETRA 5 ADAKAN FUN RUN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Student Learning Outcomes atau Disingkat SLO