Senin, 26 Agustus 2019, 16:29
Home / JEMBER / KETUA PUSAT JRKI MINTA RAKOM PUBLIKASI ORANG HEBAT DISEKITARNYA

KETUA PUSAT JRKI MINTA RAKOM PUBLIKASI ORANG HEBAT DISEKITARNYA

WAGATABERITA.COM – JEMBER. Acara Sosialisasi Model Advokasi Program Ketahanan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) yang diselenggarakan Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur di Green Hill Home Stay & Convention Center Rembangan Jember selama 2 hari bagi anggota Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI).

Pada kesempatannya Ketua Pusat JRKI Sinam M Sutarno, Sabtu (15/09/2018) menjelaskan sebenarnya banyak orang hebat ada di sekitar kita, tetapi kehebatan mereka tidak pernah terwartakan, tidak terpublikasi dengan pas.

“Itulah sebenarnya yang jadi tugas Radio Komunitas di mana pun dia berada,” ujar Sinam M Sutarno.

Sinam mengingatkan kembali tugas Radio Komunitas (Rakom) yaitu mendidik dan memajukan masyarakat dalam mencapai kesejahteraan dengan melaksanakan program yang meliputi budaya, pendidikan dan informasi yang menggambarkan identitas bangsa.

Kata Sinam, yang di sela – sela acara masih melakukan “rapat” dengan relawan JRKI di lokasi gempa Lombok dan Panitia Jambore Relawan di Gunung Merapi Yogyakarta lewat hpnya, “Berbeda dengan media pada umumnya, karena sifat kelokalannya, Rakom mudah dikonfirmasi. Masyarakat tidak mudah mendapatkan konfirmasi dari media mainstream.”

Sinam juga minta pegiat Rakom senantiasa menambah dan memperkuat kapasitasnya untuk memahami berbagai kebijakan dan dalam hal teknik pengelolaan berbagai media. “Tugas Rakom adalah marketing gagasan sosial untuk tujuan edukasi masyarakat,” ujar pria asal Boyolali itu.

Itu sebabnya, tambah Sinam, sebagai media dengan sifat call action, Rakom harus punya daya gugah untuk masyarakat melakukan perubahan. Jadi, selain program unggulan 3 – On – nya (On Air, On Land dan Online), Rakom anggota JRKI perlu menerapkan strategi kolaborasi aksi.

Dengan cara memperkuat identitas komunitas pendengar radio yang dilayani, Rakom perlu mempertegas gagasannya. “Gagasan yang Rakom punya apa? Kalau idenya bagus, memberi manfaat buat banyak orang, pemberi dana akan terus ada. Salah satunya dari BKKBN Jawa Timur. Itu contoh riil. BKKBN merasa diuntungkan, Rakom – nya juga untung dapat subsidi bayar listrik,” ujar Sinam M Sutarno, disambut senyum simpul puluhan pegiat Rakom yang datang dari seluruh wilayah Jawa Timur.

Diskusi di sesi berikutnya menghadirkan nara sumber dari Balai Monitoring Frekuensi Kelas I Jawa Timur, Syamsul Huda, ST, MMT dan Komisioner KPID Jawa Timur, Eko Rinda.

Acara tanya jawab berlangsung seru. Khususnya terkait proses untuk mendapatkan Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP) dan Izin Siaran Radio (ISR). Karena lembaga yang berhak menerbitkan mengeluarkan IPP dan ISR berbeda. Padahal IPP dan ISR yang masa berlakunya hanya 6 bulan itu tidak boleh kedaluwarsa.

Aguk Wahyu Nuryadi, salah satu Presidium berdirinya JRKI Jawa Timur mengatakan, pemerintah perlu memperjelas dan mempertegas kebijakannya terkait keberadaan Radio Komunitas atau Rakom.

Undang – undang Nomor 32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran memberikan keleluasaan kepada masyarakat untuk mendirikan Radio Komunitas.

Akan tetapi, kata Aguk, ternyata tidak mudah untuk dapat izin menyelenggarakan siaran bagi komunitas masyarakat. Aturannya sering berubah.

Terakhir adalah Peraturan Menkominfo Nomor 18 Tahun 2016 yang mengurangi wewenang Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) yang semula jadi penentu di daerah terkait layak tidaknya Rakom menyelenggarakan siaran.

Sebagai gantinya Menkominfo menyediakan fasilitas E – Licensing untuk Balai Monitoring Frekuensi untuk urusan ISR dan E – Penyiaran untuk urusan ISR di KPID. Dengan pendaftaran online, sejumlah Rakom sulit mengakses internet.

“Padahal telat urus izin siaran, telat bayar pajak frekuensi, IPP atau ISR otomatis dicabut. Ini yang pusing pegiat dan pengelola Rakom,” kata Aguk.

Aguk menambahkan, pegiat Rakom umumnya relawan. Siaran itu butuh biaya, sedangkan UU Penyiaran melarang Rakom mencari iklan. Padahal Rakom masih harus bayar pajak frekuensi yang nilainya jutaan.

Itu sebabnya Aguk minta JRKI Pusat dan JRKI Jatim tidak berhenti mengupayakan revisi UU Penyiaran yang tidak berpihak pada Rakom yang notabene dikelola kalangan rakyat bawah. (Red/Yami Wahyono, Minggu 16/09/2018)

Check Also

PEMERHATI KESEHATAN YAYASAN ABDIHUSADA UTAMA TELAH BERI PENGOBATAN GRATIS RIBUAN PASIENNYA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Sebuah Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya