WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Murahnya harga jual bawang merah, yang merosot di angka Rp 6 ribu perkilogram,
di Probolinggo, membuat perempuan muda ini terpaksa menjual hasil panen bawang merahnya di jalanan.
Adalah Puspita (21), dara cantik warga Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo.
Dikatakan Puspita, jika ia akhirnya menjual bawang merah hasil panen keluarganya, di jalan (Pasar Minggu Alun-alun Kota Probolinggo), lantaran harga jual saat ini terlampau murah.
“Kalo dijual di Pasar Minggu cepat lakunya mas, ketimbang menunggu tengkulak, harganya bisa gak murah – murah banget,” ujar Puspita, Minggu (23/09/2018).
Puspita menyebut, dari 20 ikat bawang merah yang ia jual, sudah laku sekitar 11 ikat bawang merah dalam waktu 1 jam saja.
Puspita menjelaskan, harga per ikat bawang merah, ia menjualnya Rp 12 ribu perkilogram. Harga tersebut turun dari harga biasanya yakni, Rp 17 ribu perkilogram.
“Laku keras sih mas, meski dijual Rp 12 ribu, dan rata – rata pembeli tidak nawar. Biar cepat laku, saya juga jual ke online,” tukas Puspita.
Rencananya, jual bawang merah di jalan akan dilakukan Puspita tiap hari Minggu, agar hasil panen bawang merah keluarganya cepat habis.
Puspita juga berharap, pemerintah menstabilkan harga jual bawang merah, agar harga jualnya tidak terus merosot.
Sementara seorang pembeli bawang merah, Musrifah (28) menyampaikan, alasan dirinya membeli bawang merah di jalan, karena harganya cukup terjangkau dan lebih efisien.
“Beli disini karena lebih mudah saja pak, dari pada jauh – jauh ke pasar. Harganya juga sudah ada banderolnya, jadi gak perlu nawar,” ungkapnya. (Zulkiflie)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.