Sabtu, 17 November 2018, 17:55
Home / EDUKASI / PANTAU PT ASUH, KEMENRISTEKDIKTI KUNJUNGI UK PETRA

PANTAU PT ASUH, KEMENRISTEKDIKTI KUNJUNGI UK PETRA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Kehadiran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) di Universitas Kristen Petra (UK Petra) dalam rangka monitoring dan evaluasi (monev) Program Perguruan Tinggi (PT) Asuh 2018, Selasa (26/09/2018).

“Kami ingin melihat sampai sejauh mana Program PT Asuh ini dijalankan sekaligus memberi masukan agar program – program yang telah dijalankan lebih maksimal. Kami juga sekaligus ingin mendapatkan masukan mengenai program ini kedepannya agar kami bisa menata yang lebih baik lagi untuk kemajuan pendidikan di Indonesia,” ungkap Octa Nugroho Shando, ST., Kepala Seksi Peningkatan Mutu dari Direktorat Jendral Pembelajaran Kemahasiswaan Kemenristekdikti.

Hadir pada kesempatan ini Octa Nugroho Shando, ST., Kepala Seksi Peningkatan Mutu dari Direktorat Jendral Pembelajaran Kemahasiswaan Kemenristekdikti beserta Prof. Dr. Tirza Hanum, M.S., dan Ir. Sri Paryanto Mursid, M.Sc., sebagai Tim Reviewer Monev mengunjungi UK Petra.

Tim visitasi ini disambut di Ruang Rapat Umum Gedung Radius Prawiro lantai 9 oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Jenny Mochtar, MA.; Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum & Keuangan UK Petra, Agus Arianto Toly, S.E.,Ak.,M.S.A. ; dan Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UK Petra, Dr. Gan Shu San, M.Sc., beserta Staf LPM yang menjadi fasilitator di PT. Asuhan.

Dalam diskusi awal, diperbincangkan mengenai komitmen UK Petra sebagai PT yang sudah unggul dalam kualitas. Mursyid mengatakan, “Along with power, comes great responsibility. Ketika UK Petra sudah bagus, (UK Petra) ikut memanggul tanggung jawab.”

Jenny menanggapinya dengan menggambarkan komitmen UK Petra berbagi kepada PT lain adalah implementasi dari caring (kepedulian) yaitu bagian dari visi UK Petra, ‘To be a Caring and Global University with Commitment to Christian Values.’

Jenny menyampaikan dampak positif yang diterima ketika berbagi, “Kita bisa keluar dari comfort zone dan mencari solusi permasalahan yang ada di PT yang berbeda – beda.”

Diskusi berlanjut pada aspirasi Tim Reviewer agar progres PT Asuhan bisa terdokumentasi, terpantau, dan ada tindak lanjutnya. Shu San menanggapi bahwa interaksi dengan PT Asuh setelah program usai terus berlangsung dalam bentuk mengundang para peserta ke pelatihan – pelatihan tambahan, tetap dijadwalkan kunjungan ke PT Asuhan, serta grup Whatsapp masih ada.

Dokumentasi progress bisa dilihat melalui indikator keberhasilan program, yaitu meningkatnya Akreditasi Institusi maupun Program Studi dari PT Asuhan.

Hadir pula para perwakilan PT yang diasuh oleh UK Petra yaitu Universitas Pesantren Darul Ulum, Jombang ; Universitas Kristen Wira Wacana, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur ; serta Institut Teknologi Del, Toba Samosir, Sumatra Utara.

Sebagai informasi, saat ini tercatat ada lebih dari 4.300 PT yang beroperasi di Indonesia, jumlah ini lebih dari cukup dibandingkan dengan Republik Rakyat Tiongkok yang memiliki sekitar 2.800 perguruan tinggi. Akan tetapi banyaknya jumlah PT di Indonesia ini tak dibarengi dengan pemerataan kualitasnya.

Sebagai inisiatif menanggulangi ketidakmerataan kualitas perguruan tinggi Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menginisiasi program Perguruan Tinggi Asuh mulai tahun 2017 yang lalu.

Dalam program ini, Kemenristekdikti menunjuk beberapa Perguruan Tinggi Pengasuh untuk membimbing beberapa Perguruan Tinggi Asuhan dalam hal Penjaminan Mutu yang berkaitan dengan akreditasi perguruan tinggi. UK Petra sendiri telah dipercaya sebagai salah satu Perguruan Tinggi Pengasuh sebanyak dua kali sejak awal diluncurkannya program ini. (Red)

Check Also

HADIRI SEMINAR KEJAKSAAN, PAKDE KARWO MINTA HUKUM HARUS MEMILIKI KEPASTIAN DAN KEADILAN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Pelaksanaan Seminar Nasional dengan tema “Otoritas Pusat di Kejaksaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *