Selasa, 13 November 2018, 8:11
Home / NEWS / INVESTASI “JARGAS” DI KABUPATEN PROBOLINGGO 115 MILIAR
Foto doc Sosialisasi Jargas.

INVESTASI “JARGAS” DI KABUPATEN PROBOLINGGO 115 MILIAR

WAGATABERITA.COM-PROBOLINGGO. Kementrian ESDM (Energi Sumber Daya Mineral), menganggarkan dana Rp 115 miliar, dalam Pembangunan jaringan gas (Jargas) di Kabupaten Probolinggo. Dimana rencananya, direalisasikan pada -APBN tahun 2019.

Asumsi itu diperoleh, atas kebutuhan anggaran pembangunan Kota Pasuruan – Kota Probolinggo, yang kini sudah dilaksanakan, dan sampai di Kota Pasuruan dan Probolinggo.

Pejabat Kemneterian ESDM RI, Wahyu Prakoso mengatakan, sambungan rumah untuk wilayah Kota Pasuruan – Probolinggo tidak berbeda jauh, dengan Kabupaten Pasuruan – Probolinggo. Yakni, jumlahnya sekitar 10 ribu sambungan rumah.

Berdasarkan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yang dilakukan pada proyek Kota Pasuruan – Probolinggo, anggaran terkoreksi bersama rekanan, sejumlah Rp 115,4 miliar.

Mengacu jumlah itu, maka anggaran untuk Kabupaten Pasuruan – Probolinggo, diperkirakan tidak akan jauh berbeda.

“Tidak akan jauh berbeda dengan yang tahap pertama (Kota Pasuruan – Kota Probolinggo),” terangnya.

Wahyu menjelaskan, yang akan mempengaruhi biaya, adalah luas bidang pemasangan jarak antara rumah ke rumah lainnya.

“Mungkin bisa lebih besar dari yang sudah ada, karena karakteristik wilayah kabupaten biasanya lebih sulit,” tukasnya.

Dengan nilai investasi yang tinggi itu, menurut Wahyu dibutuhkan kepastian dari pemerintah daerah. Rekanan pemenang lelang, nantinya meminta kepastian jaminan keamanaan, dan tidak terganggu kendala-kendala kecil.

“Misal ada penolakan warga, jika terjadi begitu akan memengaruhi jadwal pembangunan, dimana menyebabkan kerugian pada rekanan karena jadwal molor,” kata Wahyu.

Lanjutnya, pemerintah pusat meminta jaminan kepastian pembangunan, ke pemerintah daerah agar pembangunan dapat berjalan dengan kondusif tanpa ada kendala.

“Jaminan itu, koordinasi yang baik dengan masyarakat yang merupakan domain dari pemerintah,” tuturnya.

Disebutkan Wahyu, bahwa pembangunan jaringan gas, berbeda dengan proyek konstruksi fisik lainnya. Dibutuhkan sterilisasi areal, di setiap pembangunan karena menyangkut bahan bakar yang mudah terbakar, jika terjadi kebocoran pada saat pembangunan.

“Sepanjang rekanan melakukan sesuai standar yang baik, dan tidak ada gangguan dari pihak luar, saya rasa akan aman,” tegasnya.

Sementara Kepala Bagian Administrasi Perekonomian, Pemkab Probolinggo, Santoso mengatakan, akan mengajukan anggaran pada saat Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) pada tahun 2018 ini.

Tujuannya, untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat. Terlebih program pembangunan jaringan gas, masih baru bagi masyarakat di Kabupaten Probolinggo.

Dimana biasanya ada informasi yang simpang siur, dan sifatnya provokatif serta, ada pula yang mendidik.

“Perlu diluruskan kepada masyarakat, agar tidak menjadi polemik,” terangnya, Rabu (17/10/2018).

Santoso menyebutkan, untuk kepentingan itu setidaknya dibutuhkan dana sekira Rp 500 juta. Dana itu nantinya, mencakup 10 ribu calon penerima sumbangan rumah gas.

“Karena nantinya tidak ada biaya hingga depan rumah, maka dibutuhkan penjelasan yang detail kepada masyarakat,” jelasnya.

Santoso menambahkan, dibandingkan dengan dana yang digelontorkan dari pusat, dana Rp 500 juta terbilang kecil. Tahun ini saja, sudah Rp 25,5 miliar. Dengan konstruksi sejumlah Rp 115 miliar, maka total yang masuk ke pemerintah daerah menjadi Rp 140.5 miliar.

“Meskipun itu proyek dilakukan pusat, tapi objek pembangunan dilakukan di pusat,” tandasnya. (Zulkiflie)

Check Also

NARSUM SEMINAR NASIONAL GMNI, CAK YUHAS SAMPAIKAN PRIHATIN INSIDEN KERETA API KEGIATAN DRAMA KOLOSAL

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Kegiatan drama kolosal Surabaya Membara yang setiap

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *