WAGATABERITA.COM – SURABAYA.Β Kata Laksda TNI (Purn) Ir Yuhastihar MM Minggu (30/12/2018) saat menjawab salah satu warga waktu mengadakan cangkrukan bersama warga, tokoh masyarakat dan Sahabat Laksda (P) Yuhastihar di Manukan Kulon Kota Surabaya.
Dihadiri puluhan warga dari berbagai wilayah acara ini berlangsung guyub, akrab dan penuh keceriaan.
Acara cangkruk Laksda (P) Yuhastihar kali ini dengan maksud melakukan tukar pendapat dan sharing gagasan. Mulai soal politik dan sosial, ekonomi, ketenagakerjaan dan topik lain yang mengemuka.
Salah satu topik yang mengemuka pada cangkruk ini yakni pembicaraan sumber daya manusia tersebut.
Tanggapan yang sempat di ulas Laksda (P) Yuhastihar yang pernah menjabat sebagai Deputi Pemantapan Kebangsaan. βMasih ketinggalan dan perlu kita kejar,β paparnya.
Contoh salah satu fakta yaitu wajib belajar 12 tahun yang dicanangkan belum tercapai. βMenurut saya baru mencapai 8 – 10 tahun saja,β katanya.
Mengenai mahalnya biaya pendidikan sebagai sarana mencetak SDM berkualitas, ia menjelaskan bahwa sebenarnya banyak beasiswa yang disediakan, namun karena kurangnya sosialisasi atau informasi serapannya menjadi kurang atau kadang kualifikasinya tidak memenuhi syarat sehingga calon penerima beasiswa gagal terjaring.
βContoh institusi saya saja dalam hal ini Lemhanas seringkali kuota yang disediakan masih banyak yang belum dimanfaatkan,β katanya.
Seperti diketahui Laksamana Muda TNI (P) Ir Yuhastihar MM saat ini menjadi caleg DPR RI untuk dapil satu Surabaya – Sidoarjo dari PDIP dengan nomor urut 3. (Red/*)
- LAKSDA (P) YUHASTIHAR AJAK WARGA BERJUANG BERSAMA BAGI BANGSA DAN NEGARA
- JANJI IKUTI KEGIATAN WARGA KRUKAH, CAK YUHAS NAIK SEPEDA MOTOR AGAR TAK TERLAMBAT
- TAK PERNAH MIMPI JADI POLITIKUS, PRESTASI CAK YUHAS TAK PERNAH INGIN DIPUBLIKASI SAAT DI AL
- DISKUSI DI HARIAN SURYA CAK YUHAS HIMBAU KELOMPOK MILENIAL PEDULI POLITIK TENTUKAN NASIB BANGSA
- INI KEGIATAN YUHASTIHAR CALON DPR – RI DI ASEM ROWO SURABAYA
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.