Jumat, 18 Juni 2021, 13:31
Home / NEWS / HUKUM / DIPUTUS BERSALAH AHMAD DHANI MEMBANTAH LAKUKAN UJARAN KEBENCIAN
Ahmad Dhani Saat menjalani persidangan.

DIPUTUS BERSALAH AHMAD DHANI MEMBANTAH LAKUKAN UJARAN KEBENCIAN

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Musisi kondang Ahmad Dhani akhirnya divonis 1,5 tahun penjara karena terbukti melakukan ujaran kebencian terkait SARA lewat akun Twitter miliknya, Senen (28/01/2019).

Dhani sendiri akan langsung menjalani penahanan di Rutan Cipinang, Jakarta Timur atas perintah hakim dalam amar putusan kasus ujaran kebencian terkait masalah SARA.

Diketahui Januari 2019 Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok telah bebas dari sel Rutan Mako Brimob Depok, pada bulan Januari juga Netizen di hebohkan lagi dengan peristiwa Ahmad Dhani akan menjadi penghuni Rutan Cipinang terkait kasus SARA.

“Menyatakan terdakwa Dhani Ahmad Prasetyo alias Ahmad Dhani terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak menyuruh melakukan menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menunjukkan rasa kebencian atau permusuhan terhadap individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA,” kata hakim ketua Ratmoho membacakan amar putusan dalam sidang vonis Ahmad Dhani.

Atas vonis tersebut, Ahmad Dhani membantah tudingan bahwa dia melakukan ujaran kebencian.

Tapi Ahmad Dhani menekankan kalau dia siap dalam menjalani proses hukum dengan ketentuan yang berlaku.

“Kalau kita tidak puas dengan putusan di tingkat pertama kita, ya upaya hukum ke tingkat banding,” katanya.

“Kalau saya sih nggak pernah merasa melakukan ujaran kebencian karena saya nggak pernah benci sama orang Tionghoa, saya nggak pernah punya record benci dengan orang Tionghoa,” kata Ahmad Dhani yang berusaha meyakinkan publik soal perkaranya.

Ketika berada di Rutan Cipinang, Badan Pemenangan Nasional (BPN) memposting foto Dhani Ahmad Prasetyo nama Ahmad Dhani yang sedang berada di Rutan Cipinang, Jakarta Timur. (Red/*)

Check Also

TAK SAMA BELAJAR BIASA INI ATURAN PTM DILAKUKAN

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Sesuai SKB 4 Menteri yang mempersiapkan Pembelajaran