Sabtu, 25 Mei 2019, 14:27
Home / EDUKASI / LIMA MAHASISWA ASING BELAJAR SENIRUPA HASIL BUDAYA INDONESIA
Choi Sungwon (Korea Selatan) saat menghias Egrang miliknya.

LIMA MAHASISWA ASING BELAJAR SENIRUPA HASIL BUDAYA INDONESIA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Engran merupakan sebuah alat permainan tradisional khas Indonesia, dalam hal ini Engran coba dikenalkan pada lima mahasiswa asing program Indonesian Spectrum.

Dalam mata kuliah Indonesian Craft In Practice pada hari Rabu, (27/03/2019) mulai pukul 13 : 00 WIB di lab bahan Desain Interior, basement Gedung Q kampus UK Petra Surabaya kelima Mahasiswa Asing ini diminta untuk menghiasi Engran yang telah disiapkan.

Diketahui para mahasiswa selama di Indonesia akan mempelajari secara langsung kesenirupaan sebagai hasil kebudayaan masyarakat Indonesia. Mata kuliah ini mempelajari berbagai media seni rupa yang dalam keseharian menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di Indonesia. Egrang sendiri merupakan salah satu praktikum membuat benda seni rupa sebagai pemenuhan rekreasi.

Indonesian Spectrum merupakan program satu tahun untuk siswa asing yang ingin belajar lebih jauh mengenai Indonesia di UK Petra. Kali ini, ada lima mahasiswa asing yang terdiri dari Choi Sungwon, Hwang Jeongwon, Kim Yujin yang semuanya berasal dari Korea Selatan dan Natalia Saldanha asal Timor Leste serta Sadullobek berasal Tajikistan belajar di UK Petra. Mereka belajar untuk mengetahui sekaligus memahami berbagai aspek tentang Indonesia mulai dari politik, ekonomi, sosial dan budaya.

Choi Sungwon (Korea Selatan-Cewek) dan Sadullobek (Tajikistan-Cowok) Mencoba Egrang.

“Egrang biasanya selama ini dikenal sebagai media bermain, dan biasanya tampilannya tidak dihias. Karena ini menjadi media senirupa maka mahasiswa akan belajar menghias sebagai media menggambar sekaligus belajar menggunakannya,” jelas Andereas Pandu dosen Program Studi Desain Interior UK Petra.

Proses belajarnya sengaja memadukan dengan praktikum secara langsung fungsi benda yang dibuat sehingga akan dapat merasakan langsung pengalaman yang berbeda.

Untuk diketahui sebelumnya mereka telah belajar banyak hal diantaranya praktikum membuat benda seni rupa sebagai pemenuhan mata pencaharian (anyaman keranjang makanan, tikar dan tangga bambu), membuat benda seni rupa sebagai pemenuhan rekreasi (dakon, egrang, patil lele dan lain – lain), membuat benda seni rupa sebagai pemenuhan kebutuhan spiritual (patung, relief, batik, topeng dan lain – lain), serta membuat benda seni rupa sebagai pemenuhan kebutuhan hidup bermasyarakat (fashion baju adat, senjata tradisional dan lain – lain). (Red)

Check Also

TAK HANYA BERKONSEP GREEN BUILDING BALE HINGGIL BAHKAN MEMIKIRKAN MASYARAKAT SEKITAR GEDUNG

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Sebuah Apartemen dengan dua Tower telah berdiri