Rabu, 17 Juli 2019, 19:58
Home / JAWA BARAT / WOW PASANGAN SUAMI ISTRI DIDUGA MAIN SEKS DI HADAPAN TIGA BELAS ANAK
Ilustrasi Senggama. (Google)

WOW PASANGAN SUAMI ISTRI DIDUGA MAIN SEKS DI HADAPAN TIGA BELAS ANAK

WAGATABERITA.COM – TASIKMALAYA. Di Tasikmalaya diduga terdapat pasangan suami istri berinisial E (25) dan L (25) pada Bulan Ramadan lalu diduga mempertontonkan aktivitas persenggamaan kepada 10 orang anak yang berusia 12 – 13 tahun sehingga membuat 4 anak di antaranya melakukan pelecehan seksual terhadap balita berusia 3 tahun.

Hal ini mengundang perhatian Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise yang mengaku sedih dan geram ketika mengetahui kejadian tersebut yang dilakukan dengan sengaja, Selasa (25/06/2019).

“Jujur saya merasa sedih dan geram ketika mengetahui ada beberapa anak menyaksikan secara langsung aktivitas persenggamaan yang sengaja dipertontonkan orang dewasa. Orang Dewasa harusnya menjadi role model yang baik bagi anak – anak. Anak akan meniru apa yang mereka lihat, terutama hal – hal yang dilakukan oleh orang dewasa di lingkungan terdekat mereka,” tegas Menteri Yohana.

Hidayat, Kepala Seksi Bidang Perlindungan Anak Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Tasikmalaya memberikan keterangan, 6 orang korban di antaranya berhasil dimintai keterangan.

Awalnya kedua pelaku mengajak para korban untuk menyaksikan persenggamaan yang dilakukan di dalam kamar rumahnya melalui jendela rumah. Sebelumnya kedua pelaku meminta bayaran kepada para korban yang mengumpulkan uang hingga mencapai jumlah Rp 12.000 (dua belas ribu rupiah) yang dibelikan rokok dan kopi untuk diberikan kepada kedua pelaku.

Kasus tersebut akhirnya dilaporkan oleh salah seorang korban kepada guru ngaji yang berinisial MF, tidak tinggal diam MF melaporkan peristiwa tersebut ke Kepolisian Sektor Kadipaten dan Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya sehingga langsung melakukan penahanan terhadap kedua pelaku.

KPAID Kabupaten Tasikmalaya juga memberikan pendampingan hukum untuk para korban. Sementara, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Tasikmalaya berkoordinasi dengan tokoh masyarakat serta tokoh agama setempat untuk melakukan pendampingan psikologis kepada para korban.

Dalam hal ini Menteri Yohana menegaskan, “Pelaku dapat dijatuhi sanksi pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah) seperti yang dicantumkan dalam Pasal 36 Undang – Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Selain itu, Pasal 37 Undang – Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi menjelaskan jika dalam hal tindakan tersebut melibatkan anak, maka terhadap pelaku sanksinya ditambahkan 1/3 (sepertiga) dari maksimum ancaman pidananya,” tegas Menteri Yohana. (Red)

Check Also

ATASI SAMPAH PLASTIK JATIM BANGUN PABRIK PENGOLAHAN SAMPAH PLASTIK MENJADI LISTRIK PERTAMA

WAGATABERITA.COM – MOJOKERTO. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa melakukan kunjungan kerja di