Sabtu, 19 Oktober 2019, 20:08
Home / KESEHATAN / JENIS MAKANAN YANG PATUT DI KURANGI AGAR MENGURANGI RESIKO KANKER OTAK
Ilustrasi Kanker Otak. (Google)

JENIS MAKANAN YANG PATUT DI KURANGI AGAR MENGURANGI RESIKO KANKER OTAK

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Kanker otak termasuk salah satu penyakit yang paling ditakuti, kanker otak dapat mengidap di otak langsung atau di bagian tubuh lain yang kemudian menyebar ke otak.

Kanker otak sendiri menentukan pengaruh bagi fungsi saraf, gejala biasanya ditandai dengan sering mengalami sakit kepala, mual atau muntah tiba – tiba, penglihatan kabur, hilangnya sensor motorik, kesulitan keseimbangan, bahkan perubahan kepribadian.

Menurut informasi terdapat beberapa makanan menggiurkan dan sering disantap manusia tetapi dianggap berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Seperti dilansir intisari Rabu (26/06/2019) beberapa makanan yang dapat memicu risiko kanker otak yang sebaiknya dikurangi diantaranya

1. Popcorn

Popcorn yang awalnya hanya berbentuk dari butiran jagung kering saat dipanaskan dengan micorwave atau cara lainnya, popcorn mengeluarkan kandungan karsingen atau yang dapat memicu kanker, selain itu asap yang dilepaskan dari penyedap mentega buatan mengandung diacetyl yang beracun bagi manusia.

2. Makanan kaleng

Kebanyakan makanan kaleng dilapisi dengan produk yang disebut bisphenol – A (BPA) yang terbukti secara genetik mengubah sel – sel otak, selain itu banyak barang plastik, kertas termal, saluran air, dan banyak komposit gigi juga mengandung BPA. Apabila dikonsumsi terus makanan kaleng yang berpengawet ini juga dapat menyebabkan kanker otak.

3. Daging merah

Makanan selanjutnya daging merah di ketahui dapat juga meningkatkan risiko kanker otak seperti daging ayam, sapi, kambing dan daging lainnya yang berwarna merah sebaiknya tak dikonsumsi berlebihan dan sering karena akan melipat gandakan pertumbuhan sel kanker pada otak kita, bahkan para ilmuwan menemukan mengkonsumsi daging dengan cara dibakar lebih berpotensi melepaskan karsinogen yang disebut amina aromatik heterosiklik ketika makanan asap dimasak pada suhu tinggi, nitrat akn berubah menjadi nitrit yang jauh lebih berbahaya.

4. Kentang goreng

Kentang yang diberi perasa gurih memiliki dampak buruk yang bisa langsung dirasakan pada otak sehingga berusaha untuk tak mengkonsumsi kentang goreng dalam porsi yang besar.

5. Soft drink

Minuman ini disinyalir dapat memicu gangguan pada peredaran darah, yang akhirnya bisa membuat sel kanker otak berkembang lebih ganas, diketahui kadar gula yang terkandung dalam soft drink sangat tinggi dan tidak baik untuk tubuh. Soft drink yang diproduksi dengan sirup jagung fruktosa tinggi (HFCS), pewarna, dan sejumlah bahan kimia lainnya dianggap sangat buruk untuk setiap kesehatan tubuh, soft drink sendiri dapat mencuri nutrisi yang sudah kita dapatkan dari berbagai jenis makanan yang dikonsumsi sebelumnya.

6. Gorengan

Gorengan yang seringkali di jual dipinggir jalan memiliki banyak kandungan senyawa yang dapat memicu sel kanker menjadi lebih aktif dan ganas, apalagi jika minyak yang digunakan menggoreng hingga hitam tak diganti gorengan dapat membuat risiko terserang kanker lebih tinggi.

7. Makanan dengan pengawet dan pemanis buatan

Makanan dengan bahan pengawet mengandung Senyawa kimia yang bersifat karsinogen, selain dengan bahan pengawet, makanan dengan pemanis buatan juga patut dihindari, kadar gula berlebih dalam makanan dapat menyumbat peredaran darah di dalam tubuh. Bahkan gula merah diketahui terbuat dari gula putih yang halus terbuat dari tetes tebu yang ditambah perasa dan pewarna agar lebih menarik. Gula halus serta makanan yang terbuat dari gula halus adalah sumber lonjakan insulin utama dan itu memberi makan sel kanker hingga tumbuh.

8. Durian

Di anjurkan agar mengkonsumsi durian dengan jumlah sewajarnya, karena bila berlebihan durian dapat memicu radikal bebas dan aktif di dalam tubuh sehingga dapat meningkatkan resiko pertumbuhan sel kanker yang tidak normal pada otak.

9. Buah duku

Buah yang berbentuk mini ini ternyata dapat juga memicu pertumbuhan sel kanker ganas dalam tubuh, termasuk pada bagian otak, sebaiknya tidak mengkonsumsi buah duku dalam jumlah berlebihan.

10. Makanan ringan kemasan

Makanan ringan kemasan seperti keripik atau yang jajanan yang mengandung rasa asin juga berpotensi menyebabkan kerusakan pada sel otak, khususnya produk makanan ringan yang mengandung bahan pengawet, seperti nitrat yang mengawetkan makanan agar tahan lama. Zat aditif yang digunakan dalam makanan olahan dapat menumpuk di tubuh seiring waktu sehingga racun seperti itu menyebabkan kerusakan pada tingkat sel dan menyebabkan penyakit seperti kanker. (Red)

Check Also

PESTA RAKYAT WUJUD PEMERINTAH BERIKAN KEBAHAGIAAN PADA MASYARAKAT

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Pesta rakyat salah satu yang dilakukan Pemprov