Selasa, 21 April 2026, 2:11
Home / NEWS / TUAN RUMAH JAMBORE 2019 KHOFIFAH AJAK SEMUA PIHAK JAGA ALAM TANGGAP BENCANA
Khofifah Indar Parawansa.

TUAN RUMAH JAMBORE 2019 KHOFIFAH AJAK SEMUA PIHAK JAGA ALAM TANGGAP BENCANA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Jambore dan Bakti Sosial Tagana Nasional diadakan 25 – 28 September 2019 akan dibuka di Gedung Grahadi besok, dalam kesempatan ini Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak segenap warga Jawa Timur untuk menyukseskannya.

“Jambore dan Bakti Sosial Tagana memanggil kita untuk bersama – sama berkomitmen menjaga alam sebagaimana yang telah dicontohkan 1.600 personel Tagana Jawa Timur melalui penyiapan bibit tanaman untuk dibagikan dan ditanam oleh masyarakat,” katanya di kantor Gubernur jl. Pahlawan Surabaya, Selasa (24/09/2019).

Rasa bangga dan ucapan terima kasih disampaikan Khofifah Jawa Timur menjadi tuan rumah bagi penyelenggaraan Jambore Nasional TAGANA tahun 2019 yang berlangsung di tiga titik di Kabupaten Pasuruan yakni di Graha Wilwatikta Kecamatan Pandaan, Danau Ranu Grati Kecamatan Grati, dan Lautan Pasir Taman Nasional Gunung Bromo.

“Selama sepekan ini Jawa Timur akan menjadi tuan rumah bagi hadirnya 350 personel Tagana dari 34 provinsi, perwakilan Pengurus Kampung Siaga Bencana (KSB) se – Jawa Timur, relawan – relawan kemanusiaan, delegasi negara – negara ASEAN, dan tentu saja 1.600 Tagana Jawa Timur,” terang Khofifah.

Untuk menyambut pelaksanaan Jambore, Tagana, Jawa Timur telah merintis berbagai kegiatan dengan melibatkan masyarakat aktif dalam pengurangan risiko bencana, “di antaranya mendirikan Kampung Siaga Bencana dan menyelenggarakan kegiatan Tagana Masuk Sekolah serentak di berbagai sekolah di kota dan kabupaten se – Jawa Timur,” katanya.

Gubernur Khofifah menjelaskan sejak awal Juli setiap orang Tagana Jawa Timur menyemaikan 100 bibit pohon dengan cara satu bibit ditukar dengan 5 botol bekas air mineral, tanaman yang dibagikan adalah bibit tanaman pohon keras yakni Pohon Mahoni, Pohon Matoa, Pohon Sawo, Pohon Nangka, Pohon Trembesi, Pohon Klengkeng, Pohon Sengon, Pohon Randu Alas, Pohon Jambu Mente, dan Pohon Jati.

“Upaya pengurangan risiko bencana juga dilakukan Tagana Jawa Timur melalui gerakan Tagana Masuk Sekolah. Dalam kegiatan ini pelajar diberikan sosialisasi, simulasi dan edukasi mitigasi bencana,” terangnya.

Tagana Jatim 2019

Dikatakan 60 persen wilayah di Provinsi Jatim masuk dalam daerah rawan bencana yang dicatat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim dari 38 Kabupaten/Kota, ada 664 Kecamatan dengan 2.742 Desa yang masuk kategori rawan bencana diantaranya erupsi gunung berapi, gempa bumi, tsunami, banjir, longsor maupun kekeringan.

“Bencana alam dapat menyebabkan masyarakat yang tadinya tidak miskin menjadi miskin. Maka penting bagi kita semua khususnya warga Jawa Timur untuk memahami dan melakukan mitigasi bencana, sehingga risiko – risiko yang timbul dari bencana dapat kita tekan,” harap Khofifah.

Tagana merupakan relawan kemanusiaan di bawah koordinasi Kementerian Sosial yang berdiri tahun 2004 menjadi bagian penting dalam penanggulangan bencana di Indonesia saat ini mengadakan Jambore dan Baksos Tagana Nasional 2019 yang merupakan kerja sama antara Kementerian Sosial dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Pada momentum Jambore kali ini saya mengajak semua pihak untuk turun tangan menjaga alam sekaligus tanggap bencana sehingga kita terhindar dari risiko bencana,” katanya. (Red)

Check Also

AKAN MENDARAT PESAWAT LION AIR MALAH BALIK BANDARA KEBERANGKATAN INI SEBABNYA

WAGATABERITA.COM – MAKASSAR. Penerbangan pesawat Lion Air keberangkatan dari bandara Sultan Hasanuddin Makassar tujuan bandara …