Kamis, 30 Juni 2022, 19:56
Home / KESEHATAN / ADA YANG BEDA PADA BAKSOS YAYASAN CHINSA 
Foto bersama kegiatan Baksos TCM di Trawas.

ADA YANG BEDA PADA BAKSOS YAYASAN CHINSA 

WAGATABERITA.COM – TRAWAS. Baksos sering kali dilakukan berbagai elemen masyarakat baik perorangan, perusahaan, termasuk yayasan. Pada umumnya Baksos yang sering dilakukan yaitu bagi – bagi makanan atau sembako pada orang – orang yang dianggap kurang mampu atau yang sedang membutuhkan.

Berbeda dengan Baksos yang dilakukan
Yayasan Chitra Nusantara Sayang Anak (CHINSA) yang bergerak dibidang pengobatan Tradisional Chiness Medicine (TCM) seperti pengobatan akupunktur, akupresur, kop, guash/kerokan, tuina/anmo/massage/refleksi dan lainnya.

Melihat jarang dilakukannya kegiatan baksos dibidang kesehatan belakangan ini. Yayasan CHINSA tergerak hatinya untuk membantu masyarakat agar mendapatkan kesehatan yang baik karena dimasa Pandemi Covid – 19 ini imun tubuh sangat dibutuhkan untuk menangkis virus.

Selain memberi pelayanan kesehatan pada masyarakat kegiatan Baksos yang diprakarsai Ninik sorang pasien TCM dengan Kepala Desa Ketapanrame H Zainul Arifin S.E ini juga bertujuan mengenalkan media kesehatan secara Medis timur dengan keterapian Fisik Akupunktur (saat ini sudah di golongkan dalam Medis Barat secara keterapian fisik dan terdapat Universitas D3 maupun D4 Akupunktur di Indonesia).

Selain itu juga mengenalkan medis Refleksi yang telah diakui Lembaga Sertifikat Kompetensi (LSK) dibawah kemendikbud untuk pendidikan informal kesehatan dan memiliki jenjang sampai level 4.

Bersama 4 orang akupunkturist (Vivin, Edo, Lina, Ika) dan 11 orang refleksolog (Vanessa, Budi, Santi, Karno,Suparlin, Tikno, Solehan, Dayami, Erna, Adi, Ira) kegiatan ini juga memberi edukasi pada masyarakat pentingnya menjaga kesehatan sejak dini baik secara fisik maupun emosional agar terhindar dari masalah kesehatan yang lebih parah dikemudian hari.

Kegiatan yang dilakukan di Desa Ketapanrame Kecamatan Trawas ini tak lupa menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak serta pelayanan hanya diberikan kepada warga yang sudah vaksin Covid – 19.

Vivin Komalia sekaku Founder Yayasan CHINSA menerangkan. “Pada mulanya banyak warga yang ketakutan mendengar tusuk jarum menyebabkan awal pembukaan sekira pk 09 : 30 pagi hanya sedikit warga yang datang. Tapi setelah beberapa warga mencoba akupunktur dan memdapat hasil yang menggembirakan maka warga banyak berdatangan secara berkala.” Katanya Rabu (01/12/2021).

Pada keterangannya Vivin menambahkan. “Keluhan utama masyarakat di daerah tersebut umumnya Hipertensi, Diabetes, serta nyeri padahal masih diusia produktif. Disamping memberikan penangganan Akupunktur / Refleksi para team memberikan beberapa masukan dalam pola makan yang seimbangan terutama mulai mengurangi makanan yang terlalu asin dan manis sebagai pencegahan. Bahkan diingatkan agar warga rajin mengontrol kesehatan di Puskesmas terdekat khususnya bagi Lansia.” Tutupnya.

Kegiatan yang berlangsung hingga pk 13 : 00 siang hari ini berakhir dengan diikuti 75 orang peserta dan sangat diapresiasi oleh warga setempat dan kepala desa yang berencana akan rutin mengadakan kegiatan yang sama pada tahun berikutnya. (Vivin/Red)

Check Also

PPNI SURABAYA AKAN BANTU PEMKOT ATASI OMICRON

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Pelantikan kepengurusan Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional