Minggu, 20 Oktober 2019, 1:11
Home / NEWS / HUT TNI KHOFIFAH MINTA ANTISIPASI PERANG CYBER
Gubernur Khofifah hadiri peringatan HUT TNI KE 74

HUT TNI KHOFIFAH MINTA ANTISIPASI PERANG CYBER

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri upacara HUT TNI Ke – 74 di Lapangan Makodam Brawijaya, Kota Surabaya, (05/10/2019).

Dijelaskan Khofifah berkat kerjasama yang solid antara TNI dan Polri didukung oleh rakyat maka stabilitas keamanan dan kedaulatan Indonesia bisa terus terjaga hingga saat ini, “Terima kasih dan apresiasi yang sebesar – besarnya kepada seluruh prajurit TNI di seluruh Tanah Air atas kerja keras dalam setiap pelaksanaan tugas, atas kerja profesional menjaga keamanan dan kedaulatan bangsa di darat, laut, dan udara. Dirgahayu TNI, Jadilah tentara rakyat dan tentara pejuang, yang dicintai dan mencintai rakyat,” ungkapnya.

Dikatakan Khofifah lebih dari tujuh dekade TNI membuat sejarah mempertahankan dan menjaga kedaulatan Republik ini, “jangan sampai ada hal yang membuat TNI berjarak dengan rakyat. TMMD merupakan salah satu wujud nyata TNI manunggal membangun desa bersama rakyat. Rakyat dalam keadaan apapun harus merasa nyaman dan aman berdampingan dengan TNI. Tanpa Rakyat TNI lemah, pun sebaliknya Tanpa TNI Rakyat akan lemah. Pegang teguh amanat Sapta Marga dan Sumpah Prajurit,” imbuhnya.

Khofifah berharap bertambahnya usia TNI dapat semakin profesional dan jadi kebanggaan rakyat Indonesia serta mengajak TNI untuk merangkul seluruh elemen masyarakat, bersama membangun bangsa, menghalau paham dan kekuatan yang tidak sesuai dengan cita – cita, tujuan negara, dan nilai Pancasila bersama rakyat memangkas bibit radikalisme dan terorisme yang dapat mengancam stabilitas dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Gubernur Khofifah tiba Makodam Brawijaya.

Diingatkan Khofifah bahwa ancaman di era saat ini bukan hanya sebatas yang di wilayah perbatasan, entah itu darat, laut, maupun udara, ancaman lebih bahaya adalah dunia maya yang tidak mengenal batas negara. TNI harus siap bertempur di medan tersebut.

Termasuk aksi terorisme dan propaganda radikalisme gencar melalui jaringan cyber, “Cyber war inilah yang harus juga diantisipasi oleh TNI. Karena berbagai Ideologi, politik, dan sosial budaya dari manapun dapat dengan mudah diakses dan dikirim masuk ke wilayah NKRI melalui jaringan internet global. TNI harus mampu menjadi penjaga gerbang cyber Indonesia,” pungkasnya. (Red)

Check Also

WAGATABERITA.COM – SUMEDANG. Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Sumedang