Selasa, 12 November 2019, 10:35
Home / HOTNEWS / DIUJUNG BERLAKUNYA RUU KPK TANGKAP BUPATI INDRAMAYU KARENA KASUS SUAP
Logo KPK (Google)

DIUJUNG BERLAKUNYA RUU KPK TANGKAP BUPATI INDRAMAYU KARENA KASUS SUAP

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Revisi Undang – Undang (RUU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) walau belum di tanda tangani Presiden Jokowi tetapi dikerahui akan berlaku secara Otomatis setelah di sahkan selama waktu 1 bulan.

Walau banyak masyarakat termasuk KPK tidak menyetujui RUU ini dan berharap Presiden segera mngeluarkan Peppu pengganti RUU KPK tetapi hingga saat ini Presiden belum memastikan hal tersebut.

Walau demikian tak membuat kendala bagi KPK untuk bertindak tegas, disisa hari akan belakunya RUU KPK institusi ini melakukan penangkapan pada Bupati Indramayu Supendi.

Supendi ditetapkan sebagai tersangka dengan kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait memasang proyek di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu tahun 2019 setelah ditangkap dan diperiksa.

Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan pada jumpa pers, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (15/10/2019) malam menjekaskan, “setelah melakukan pemeriksaan, dilanjutkan dengan gelar perkara, dalam batas waktu 24 jam disetujui dalam KUHAP KPK diambil dari dugaan Tindak Pidana Korupsi menerima hadiah atau janji oleh penyelenggara Negara,” Katanya.

Selain Supendi dikatakan pihaknya juga menetapkan dua tersangka lain yakni Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Omarsyah dan Kepala Bidang Jalan di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu, Wempy Triyono, sedangkan pemberi suap adalah Carsa.

Kasus ini diketahui berawal dari Supendi selaku Bupati Indramayu meminta uang kepada Carsa selaku rekanan penggarap proyek di Indramayu sejak bulan Mei 2019 sebesar Rp 100 juta termasuk Omarsyah dan Wempy Triyono juga beberapa kali menerima uang dari Carsa.

Pemberian uang kepada Bupati Supendi serta dua pejabatnya disinyalir terkait dengan bantuan pemberian proyek dinas PUPR Kabupaten Indramayu dengan nilai proyek sekira Rp 15 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan telah diterima Supendi sebesar Rp 200 juta, Omarsyah Rp 350 juta dan sepeda serta Wempy menerima Rp 560 juta yang diambil dari biaya komitmen 5 hingga 7 persen dari nilai proyek yang dikerjakan Carsa, “uang yang diterima OMS dan WT juga diperuntukkan untuk kepentingan Bupati, pengurusan pengamanan proyek dan kepentingan sendiri,” kata Basaria.

Atas kasus ini Supendi, Omarsyah dan Wempy dijerat KPK dengan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B Undang – Undang Nomor 31 Tahun 1999 disetujui telah diubah dengan Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 55 ayat (1) ke – 1 KUHP.

Carsa sebagai pemberi suap dijerat dengan pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang – Undang Nomor 31 Tahun 1999 disetujui telah diubah dengan Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (Red/*)

Check Also

PRESIDEN JOKOWI HARAP SEBAGAI TUAN RUMAH PIALA DUNIA U20 TIM NASIONAL DAPAT BERPRESTASI

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Pada saat melantik Menteri Pemuda dan Olahraga