Selasa, 12 November 2019, 10:34
Home / JAKARTA / INI LIMA PROGRAM KERJA PRESIDEN JOKOWI YANG DIUCAPKAN USAI DILANTIK
Pidato Presiden Jokowi usai Pelantikan.

INI LIMA PROGRAM KERJA PRESIDEN JOKOWI YANG DIUCAPKAN USAI DILANTIK

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Pelantikan Presiden Joko Widodo dilakukan Pimpinan MPR di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, usai pelantikan Presiden memaparkan lima hal yang akan menjadi fokus kerja di periode kedua Pemerintahan pada 2019 – 2024 bersama Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam pidato awal masa jabatan, Minggu, (20/10/2019).

Pertama, Presiden akan melakukan pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai prioritas utama, membangun SDM yang pekerja keras, dinamis, terampil, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta akan mengundang talenta global untuk bekerja sama.

“Itu pun tidak bisa diraih dengan cara lama, cara baru harus dikembangkan. Kita perlu endowment fundyang besar untuk manajemen SDM kita. Kerja sama dengan industri juga penting dioptimalkan. Dan juga penggunaan teknologi yang mempermudah jangkauan ke seluruh pelosok negeri,” terang Presiden.

Kedua, Pemerintah akan melanjutkan pembangunan infrastruktur untuk menghubungkan kawasan produksi dengan kawasan distribusi termasuk mempermudah akses ke kawasan wisata, mendongkrak lapangan kerja baru, serta mengakselerasi nilai tambah perekonomian rakyat.

Ketiga, Kepala Negara ingin agar segala bentuk kendala regulasi disederhanakan, dan dipangkas, Pemerintah akan mengajak DPR untuk menerbitkan 2 undang – undang (UU) besar, yaitu UU Cipta Lapangan Kerja dan UU Pemberdayaan UMKM.

“Masing – masing UU tersebut akan menjadi Omnibus law, yaitu satu UU yang sekaligus merevisi beberapa UU, bahkan puluhan UU. Puluhan UU yang menghambat penciptaan lapangan kerja langsung direvisi sekaligus. Puluhan UU yang menghambat pengembangan UMKM juga akan langsung direvisi sekaligus,” jelas Presiden.

Keempat, Presiden ingin penyederhanaan birokrasi terus dilakukan besar – besaran. Tak hanya itu, investasi untuk penciptaan lapangan kerja juga harus diprioritaskan di samping memangkas prosedur dan birokrasi yang panjang.

Foto bersama saat pelantikan Presiden dan Waki Presiden 2019

Terkait penyederhanaan birokrasi, Kepala Negara berpandangan bahwa eselonisasi harus disederhanakan dan diganti dengan jabatan fungsional yang menghargai keahlian dan kompetensi.

“Saya juga minta kepada para Menteri, para pejabat, dan birokrat, agar serius menjamin tercapainya tujuan program pembangunan. Bagi yang tidak serius, saya tidak akan memberi ampun. Saya pastikan, sekali lagi, pasti akan saya copot,” tegasnya.

Kelima keinginan Presiden melakukan transformasi ekonomi, Indonesia harus bertransformasi dari ketergantungan pada sumber daya alam menjadi daya saing manufaktur dan jasa modern yang mempunyai nilai tambah tinggi bagi kemakmuran bangsa demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Apresiasi tinggi juga disampaikan atas pengabdian Bapak Jusuf Kalla sebagai wakil presiden periode 2014 – 2019 yang telah bahu – membahu menjalankan Pemerintahan bersamanya, “Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada seluruh lembaga – lembaga negara, kepada jajaran aparat pemerintah, TNI dan Polri, serta seluruh komponen bangsa yang turut mengawal Pemerintahan selama lima tahun ini sehingga dapat berjalan dengan baik,” tutup Presiden. (Red)

Check Also

LIMA MOBIL TABRAKAN BERUNTUN JALAN TOL MACET LEBIH 5 KM

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Kecelakaan terjadi siang ini di jalan tol Porong