Selasa, 12 November 2019, 11:26
Home / SPORT / SEPAKBOLA / PEMPROV MOTIVASI PENYELESAIAN BAU SAMPAH DI SEKITAR GBK AGAR JATIM TERPILIH VENUE PIALA DUNIA U20
Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi Jatim Aries Agung Paewai.

PEMPROV MOTIVASI PENYELESAIAN BAU SAMPAH DI SEKITAR GBK AGAR JATIM TERPILIH VENUE PIALA DUNIA U20

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U – 20 FIFA Tahun 2021 sangat diapresiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur sehingga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan kesiapan Jawa Timur untuk menjadi salah satu venue tempat pertandingan.

Empat stadion tambahan selain Glora Bung Tomo diajukan sebagai alternatif lokasi pertandingan antara lain Stadion Kanjuruhan Malang, Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Stadion Surajaya Lamongan, dan Stadion Gelora Bangkalan. Alternatif stadion ini dipersiapkan lantaran FIFA mensyaratkan sejumlah hal dimana salah satunya yaitu tersedianya tempat berlatih bagi para peserta piala dunia U – 20.

“Ibu Gubernur sangat berharap Jatim bisa dipilih menjadi salah satu venue dari 6 venue yang dibutuhkan untuk piala dunia U-20. Karenanya beberapa alternatif tengah kami siapkan dengan baik,” terang Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi Jatim Aries Agung Paewai saat ditemui di Kantor Gubernur Jatim, Kota Surabaya, Sabtu (02/11/2019).

Aries melanjutkan Gubernur Khofifah sangat menghargai semangat Bonek Mania dan Pemkot Surabaya agar GBT dapat terpilih sebagai salah satu alternatif venue pelaksanaan piala dunia U – 20, tetapi tetap harus disiapkan alternatif sebagai pendukung bila terjadi sesuatu yang tak terduga, sehingga dengan adanya alternatif maka opsi Jatim sebagai salah satu venue tuan rumah piala dunia U – 20 tidak akan pindah ke provinsi lain.

“Ibu Gubernur sangat mengapresiasi Bonek Mania dan Pemkot Surabaya. Akan tetapi alternatif lain harus tetap disiapkan, agar kesempatan menjadi venue tuan rumah piala dunia U – 20 ini tidak akan berpindah ke provinsi lain,” tegas Aries.

Terkait pernyataan Gubernur Khofifah mengenai bau sampah di sekitar GBT, menurut Aries merupakan bentuk masukan dan motivasi bagi Pemerintah kota Surabaya untuk segera menyelesaikan persoalan sampah agar tidak ada hal – hal teknis yang mengganggu penilaian saat FIFA melakukan peninjauan.

“Kita berbicara skala nasional, bukan daerah per daerah. Hal ini jangan disalah artikan dan ditanggapi negatif. Tidak ada Surabaya, tidak ada Malang, yang ada Jawa Timur dan Indonesia,” pungkas Aries. (Red)

Check Also

KHOFIFAH DAMPINGI KELUARGA ALM K H MASJKUR TERIMA GELAR PAHLAWAN DI ISTANA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Penganugerahan gelar pahlawan nasional