Rabu, 10 Juni 2026, 22:56
Home / JAWA BARAT / PERINGATAN HDI KEMEN PPPA TEKANKAN ANAK DISABILITAS PUNYA HAK PERAWATAN DAN PENGASUHAN YANG BAIK
Deputi Kemen PPPA bersama Istri Gubernur Jabar saat menghadiri peringatan HDI.

PERINGATAN HDI KEMEN PPPA TEKANKAN ANAK DISABILITAS PUNYA HAK PERAWATAN DAN PENGASUHAN YANG BAIK

WAGATABERITA.COM – BANDUNG. Deputi Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Nahar membuka kegiatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) di Museum Geologi, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (07/12/2019).

Bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Jawa Barat Kemen PPPA menggelar kegiatan sehari bersama Anak Penyandang Disabilitas yang tahun ini mengangkat tema ‘Indonesia Inklusi, Disabilitas Unggul,’ “Hari Disabilitas Internasional diperingati sebagai wujud perhatian masyarakat dunia, termasuk Indonesia terhadap penghormatan perlindungan dan pemenuhan hak – hak penyandang disabilitas,” ujarnya.

Berdasarkan data SUSENAS Tahun 2018 populasi penyandang disabilitas usia 2 – 18 tahun kategori sedang dan berat mencapai 7% atau sekitar 2,48 juta anak penyandang disabilitas, “Permasalahan dari sisi tumbuh kembang anak dan juga dari sisi perlindungan khusus. Dari sisi perlindungan anak, masih banyak keluarga yang menyembunyikan anaknya dari lingkungan karena malu. Jadi anak terbatas aksesnya atas pendidikan dan masa depannya. Sudah saatnya kita menghentikan segala perundungan dan perlakuan salah terhadap anak penyandang disabilitas, mari dengarkan suara mereka agar kita dapat mengembangkan potensinya. Stop Stigma, kita bangun kesetaraan,” kata Nahar.

Mengingat Indonesia telah meratifikasi Konfensi Hak Disabilitas dan Konvensi Hak Anak, “anak penyandang disabilitas juga punya hak, salah satunya mendapat perawatan dan pengasuhan yang baik dari keluarga atau keluarga penggantinya. Kami harap Pemda Jawa Barat khususnya Ibu Athalia sebagai Ketua Tim Penggerak PKK bisa menjadi duta anak – anak di Jawa Barat dan menyampaikan pesan ini kepada para keluarga terutama ibu – ibu dan pendamping anak di lingkungan masing – masing. Bahwa semua anak sama, dan tidak ada ruang tertutup bagi anak – anak disabilitas untuk memiliki masa depan,” jelas Nahar.

Anak Disabilitas saat menggambar bersama saat peringatan HDI.

Ada sekira 128 ribuan disabilitas memerlukan perhatian khusus sehingga istri Gubernur Jawa Barat, Athalia Kamil akan memaksimalkan perannya “perhatian khusus agar mereka mendapatkan perlindungan, kebahagiaan dan kesempatan yang maksimal, karena setiap anak berhak bahagia. Setiap anak berhak memaksimalkan potensi dirinya dengan diberikan peluang untuk meningkatkan kemandirian. Pemprov Jawa Barat berserta Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) dan Dinas Sosial telah menyediakan sekolah inklusi agar anak – anak penyandang disabilitas dapat memenuhi haknya untuk mendapatkan pendidikan yang layak,” ujar Athalia saat ditemui usai menghadiri kegiatan.

Acara ini diikuti 1000 orang yang terdiri dari anak penyandang disabilitas yang
diberikan kesempatan menunjukkan bakat dan kemampuan mereka melalui ajang ‘Menteri Bintang Mencari Bakat’ dengan melakukan kegiatan melukis bersama pada kain sepanjang 30 meter.

Turut berpartisipasi dalam kegiatan ini antara lain Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Sosial, Kementerian PUPR dan Bawaslu, serta OPD di Provinsi Jawa Barat seperti Dinas Pendidikan, Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan. (Red)

Check Also

AKAN MENDARAT PESAWAT LION AIR MALAH BALIK BANDARA KEBERANGKATAN INI SEBABNYA

WAGATABERITA.COM – MAKASSAR. Penerbangan pesawat Lion Air keberangkatan dari bandara Sultan Hasanuddin Makassar tujuan bandara …