Senin, 6 April 2020, 22:23
Home / JAKARTA / MENKES BILANG EVAKUASI AKAN DILAKUKAN DENGAN TERTIB AGAR INDONESIA TETAP GREEN ZONE
Menko PMK Muhadjir Effendy dan Menkes Terawan Agus Putrato.

MENKES BILANG EVAKUASI AKAN DILAKUKAN DENGAN TERTIB AGAR INDONESIA TETAP GREEN ZONE

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Berhentinya pengoperasian kapal pesiar Diamond Princess yang berlabuh di Pelabuhan Yokohama, Jepang membuat Pemerintah Indonesia terus berupaya untuk mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) yang berstatus sebagai anak buah kapal (ABK) yang masih berada diatas kapal tersebut.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto bersama Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendi langsung menghadap Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta Senin (24/02/2020).

Pemerintah Indonesia diketahui masih berkomunikasi dengan otoritas Pemerintah Jepang terkait proses pemulangan WNI tersebut, “saat ini juga terus bernegosiasi dengan Pemerintah Jepang mengenai upaya, teknik, cara yang paling baik untuk bisa mengeluarkan mereka. Jadi ini nego terus. Kita nego tapi harus dengan caranya jangan semaunya sendiri. Kalau caranya semaunya sendiri saya membentuk episentrum baru. Enggak boleh,” papar Terawan usai pertemuan.

Upaya menjaga 264 juta penduduk selamat dari wabah virus korona tetapi juga memperhatikan WNI yang ada di Jepang, “kita hati – hati, Negara kita sangat berhati – hati dan mengikuti kaidah – kaidah apa yang sudah ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan itu akan kita lakukan dengan tertib dan ketat supaya kita tetap green zone ya. Tapi juga tidak menyepelekan keadaan yang di sana. Tetapi tata caranya kan kita tahu, cara yang tepat untuk melakukan pemindahan tanpa harus melakukan membuat episentrum baru,” imbuh Terawan.

Diketahui kapal Diamond Princess sendiri telah menjalani proses karantina setelah beberapa penumpang maupun awaknya positif terinfeksi virus korona yang didalamnya juga terdapat sembilan WNI yang kini sedang menjalani perawatan di rumah sakit di Jepang dan juga terdapat WNI lainnya yang masih berada di kapal.

“WNI yang kena kan juga dirawat oleh Pemerintah Jepang yang sembilan orang itu, kita ingin memastikan bahwa mereka mendapat perlakuan sesuai dengan protokol kesehatan yang sudah dikeluarkan oleh WHO. Sekarang ini yang 74 itu masih berada di kapal. Kita masih terus membahasnya dengan otoritas di Jepang,” kata Presiden saat itu. (Red)

Check Also

WABAH CORONA PRESIDEN GRATISKAN PEMAKAI LISTRIK 450 VA BAYAR 50 PERSEN BAGI 900 VA 3 BULAN

WAGATABERITA.COM – BOGOR. Berbagai kebijakan meringankan beban masyarakat