Senin, 28 September 2020, 10:52
Home / JAKARTA / DUKUNG PEMULIHAN EKONOMI MASYARAKAT AKAN DILIBATKAN SEBAGAI PEKERJA PADA PROGRAM PKT KEMENTERIAN PUPR

DUKUNG PEMULIHAN EKONOMI MASYARAKAT AKAN DILIBATKAN SEBAGAI PEKERJA PADA PROGRAM PKT KEMENTERIAN PUPR

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Dengan maksud mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional pasca pandemi corona, serapan anggaran dilakukan segala sektor termasuk Kementerian PUPR dengan cara memperluas cakupan Program Padat Karya Tunai (PKT/cash for work) tahun 2020.

Diharapkan dapat menyerap hingga 28000 pekerja selama 3 bulan kedepan revitalisasi saluran drainase jalan nasional sepanjang 5000 km dan pengadaan material tambalan cepat mantap (CPHMA) dilakukan dengan total anggaran Rp1,2 triliun, Sabtu (29/08/2020).

PKT melakukan pembangunan infrastruktur melibatkan masyarakat sebagai pelaku khususnya infrastruktur berskala kecil tanpa teknologi, “selain untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat, PKT juga bertujuan mendistribusikan dana hingga ke desa/pelosok. Pola pelaksanaan PKT nanti juga harus memperhatikan protokol physical & social distancing untuk pencegahan penyebaran Covid – 19,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Anggaran sebesar Rp 1 triliun yang tersebar di 34 Provinsi dengan melakukan revitalisasi saluran drainase jalan nasional bagi Wilayah Barat (Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan) sebesar Rp 587 miliar dan Rp 413 miliar untuk di Wilayah Timur (Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, Papua).

Data Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga pelaksanaan PKT di Sumatra dilakukan sepanjang 1.668 km dengan alokasi anggaran Rp 309 miliar, pulau Jawa dan Bali sepanjang 773 km dengan anggaran Rp 154 miliar sementara pulau Kalimantan mencakup 807 km anggaran Rp 124 miliar.

Selanjutnya Kepulauan Nusa Tenggara revitalisasi drainase sepanjang 341 km dengan anggaran Rp 71 miliar dan pulau Sulawesi sepanjang 953 km anggaran sebesar Rp 189 miliar sementara di kepulauan Maluku sepanjang 230 Km anggaran Rp 70 miliar termasuk di pulau Papua revitalisasi drainase sepanjang 225 km anggaran Rp 81 miliar.

Penanganan drainase jalan kali ini dilakukan pada kondisi drainase yang sudah hilang akibat sedimentasi, “kita buatkan kembali, yang sudah mampet salurannya kita jebol lagi. Anggaran sebenarnya sampai Desember 2020, namun kita konsentrasikan di bulan Agustus dan September 2020 ini agar lebih cepat selesai,” terang Hedy Rahadian Direktur Jenderal Bina Marga Kementerkan PUPR. (Red)

Check Also

ANDA INGIN NAIK KERETA BANYAK PROMONYA TETAPI BERIKUT SYARAT PROTOKOL KESEHATAN YANG HARUS DIIKUTI

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) telah mencapai usianya ke – 75 …