Sabtu, 24 Oktober 2020, 21:50
Home / NEWS / INI KATA KHOFIFAH CARA PENANGANAN COVID DIJATIM PADA RAPAT BERSAMA MENKO KEMARITIMAN
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

INI KATA KHOFIFAH CARA PENANGANAN COVID DIJATIM PADA RAPAT BERSAMA MENKO KEMARITIMAN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa lakukan rapat lanjutan penanganan covid – 19 di 8 provinsi utama bersama Menko bidang kemaritiman dan investasi secara virtual di Gedung Negara Grahadi.

Pada kesempatannya Khofifah mengatakan kolaborasi dan sinergi pintu masuk menyelesaikan layanan kuratif atau upaya penyembuhan, “ada BNPB, kemenkes, jajaran polda, kodam, dan pemprov artinya kolaborasi ini menjadi pintu masuk untuk bisa meningkatkan angka kesembuhan dan penurunan angka kematian pasien covid – 19,” ujarnya.

Seperti di RS Darurat Lapangan Jl Indrapura Surabaya, ada 1.980 pasien per Senin (14/09) sembuh 100 persen dan 0 persen meninggal, “yang bisa kami lakukan untuk penurunan angka kematian, kami memberlakukan pembatasan sosial berskala mikro akan menjadi bagian yang lebih solutif,” kata Khofifah.

Terkait pewarnaan zonasi kampung tangguh diharap mampu membangun solidaritas sosial dan membangun integrasi bangsa sebagai upaya meminimalkan penularan virus yang dikatakan Khofifah sudah dilakukan koordinasi bagaimana menurunkan kematian yang signifikan dan kesembuhan yang membaik, Rabu (16/09/2020)

“Yang pertama kali disampaikan operasi yustisi, kemudian upaya menurunkan kematian dan meningkatkan kesembuhan di klaster – klaster baru di Jawa Timur, kami kemarin sempat mengikuti operasi yustisi yang dilakukan dipamekasan, dalam waktu 1 jam ada 81 yang mendapat teguran dan sanksi administratif. Memang harus terus dilakukan konfirmasi kepada seluruh masyarakat bahwa operasi yustisi sudah dilakukan sejak tgl 14 april kemarin,” terang Khofifah.

Patroli berskala besar juga dilakukan gugus tugas dengan format dikeramaian langsung membawa tim lakukan rapid test, “pasien yang reaktif kami langsung kirim ke rumah sakit. Sekarang dalam peningkatan manajemen perawatan pasien covid – 19 terutama untuk menurunkan angka kematian dan meningkatkan kesembuhan,” jelas Khofifah.

Terkait pemotretan zonasi yang detail di masing – masing daerah, “misalnya Banyuwangi tiba – tiba kemudian menjadi merah padahal tadinya Maret sampai 2 minggu yang lalu itu hanya 101 yang terkonfirmasi. Tiba – tiba ada satu cluster terdapat 662 langsung merah, nah ini yang perlu disampaikan ke masyarakat bahwa tidak bisa digeneralisir se – Banyuwangi itu risiko tinggi semua. Ini karena sesungguhnya risiko tinggi itu ada di cluster desa saja, tidak di cluster pesantren, tapi kan yang tidak terkonfirmasi secara detail dianggap se – Banyuwangi itu beresiko tinggi semua,” ungkap Khofifah.

Bila kondisinya seperti ini lockdown lokal atau karantina lokal atau PSBM dilakukan, “jadi kita melakukan pembatasan sosial berskala mikro, langsung di situ kita siapkan dapur umum kemudian kita siapkan semua logistik dan pengasuh pesantren dan masyarakat yang terdapat di sekitar. Kita juga siapkan sembako, jadi hal seperti ini mungkin harus lebih sering kita sampaikan, bahwa zonasi ini bukanlah mencerminkan risiko tinggi atau risiko sedang atau risiko rendah di masing – masing kabupaten kota,” tutup Khofifah. (Red)

Check Also

KABAR GEMBIRA SELURUH JATIM SAAT INI TELAH BERSTATUS ZONA KUNING DAN ORANGE COVID

WAGATABERITA. COM – SURABAYA. Perjuangan Pemerintah Provinsi Jatim dalam