Sabtu, 24 Oktober 2020, 21:20
Home / NEWS / PAPARAN KADIS KOMINFO JATIM TENTANG ISI DAN SANKSI PERGUB 53 BILA MELANGGAR PROTOKOL KESEHATAN
Kadis Kominfo Jatim Benny Sampirwanto.

PAPARAN KADIS KOMINFO JATIM TENTANG ISI DAN SANKSI PERGUB 53 BILA MELANGGAR PROTOKOL KESEHATAN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Pandemi corona hingga saat ini masih terus diatasi oleh Pemerintah termasuk jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur salah satunya tetap menerapkan protokol kesehatan yang wajib dilakukan seluruh masyarakat.

Kesempatan ini disampaikan pula oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Komunikasi Provinsi Jatim, Drs Benny Sampirwanto MSi yang berpesan protokol kesehatan tetap harus diterapkan baik pada klaster baru maupun lama guna tetap melakukan upaya pencegahan dan pengendalian transmisi virus covid – 19.

Benny panggilan akrabnya, “new normal tidak berelevansi dengan new klaster, tapi new normal harus kita terapkan di klaster – klaster lama maupun baru,” katanya Senin (21/09/2020) terkait dengan Penerapan Pergub Nomor 53 tahun 2020.

Berbagai upaya untuk mencegah maupun menekan penularan covid – 19 menurut Benny telah dilakukan Gubernur bersama forkopinda Provinsi Bupati/Walikota salah satunya menerbitkan pergub Nomor 53 tahun 2020 yang merupakan turunan dari perda Nomor 2 tahun 2020.

Isi dari Pergub nomor 53 itu salah satu isinya memberi wewenang Satpol PP baik tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota untuk menindak pelanggar protokol kesehatan termasuk melakukan sanksi administrasi juga memberikan denda.

Dalam pencegahan dan pengendalian covid – 19 Pergub penerapan Protokol kesehatan ini diberi wewenang satpol PP bersama TNI – Polri dapat membatasi kegiatan masyarakat ditempat umum, jam kegiatannya, penutupan jalan termasuk melakukan isolasi RT, RW, dusun, desa atau kelurahan.

Dalam penanganan penerapan protokol kesehatan untuk perorangan, pelaku usaha, pengelola fasilitas umum, baik perorangan maupun masyarakat luas diwajibkan menggunakan masker amanat dalam Pergub tersebut.

Masker yang harus digunakan mulai dari hidung hingga dagu, “ini yang perlu digaris bawahi, karena kadang – kadang kita masih menjumpai orang memakai masker tapi hanya menutupi mulut saja,” ungkap Benny.

Termasuk bagi perorangan/masyarakat untuk sering mencuci tangan dengan air mengalir menggunakan sabun atau handsanitaizer juga menjaga jarak dan masyarakat diharapkan meningkatkan imunitas melalui perilaku hidup bersih dan sehat termasuk yang diamanatkan Pergub 53 ini.

Termasuk pelaku usaha diamanatkan melakukan sosialisasi dan edukasi tentang covid – 19 kepada para pekerjanya dan menyediakan sarana tempat cuci tangan, sabun dan handsanitaizer, pelaku usaha wajib memantau kesehatan pekerjanya dan kalau ada pekerjanya yang tidak patuh agar ditegakkan kedisiplinannya termasuk deteksi dini.

Pelanggar aturan akan diberi sanksi administrasi seperti disuruh push – up, membersihkan got, jalan, atau kuburan, “saya punya keyakinan, kalau itu memang jalan yang terakhir untuk membuat mereka jera. Dengan penegakkan hukum, sitem yang berkelanjutan, konsisten dan akhirnya semua akan taat terhadap aturan tersebut,” tutup Benny (Red)

Check Also

KABAR GEMBIRA SELURUH JATIM SAAT INI TELAH BERSTATUS ZONA KUNING DAN ORANGE COVID

WAGATABERITA. COM – SURABAYA. Perjuangan Pemerintah Provinsi Jatim dalam