Sabtu, 24 Oktober 2020, 22:24
Home / BANTEN / WOW LAHIR DUA ANAK BADAK JAWA DI TAMAN NASIONAL UJUNG KULON YANG MENGGEMASKAN
Badak Jawa (google)

WOW LAHIR DUA ANAK BADAK JAWA DI TAMAN NASIONAL UJUNG KULON YANG MENGGEMASKAN

WAGATABERITA.COM – BANTEN. Kondisi habitat alam di TN Ujung Kulon Banten tetap dijaga dengan baik termasuk upaya meningkatkan konservasi badak Jawa bercula satu (Rhinoceros Sondaicus) yang terbukti telah berhasil kembalinlahirnya sepasang anak badak Agustus 2020 lalu, Jumat (02/10/2020).

Di hari Konservasi Alam Nasional 2020 Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengumumkan kelahiran badak yang diberi nama Luther dan Helen yang diketahui dari hasil pemantauan tim Balai TN Ujung Kulon sejak Maret hingga Agustus 2020 menggunakan 93 video kamera jebak.

Jumlah kumulatif badak Jawa menurut data KLHK terdapat 74 ekor diantaranya 40 jantan dan 34 betina dimana 15 ekor adalah anak sisanya 59 ekor remaja – dewasa, “kelahiran badak jawa di TN Ujung Kulon juga mempertegas bahwa populasinya terus berkembang biak dengan baik secara alami. Sehingga terus memberi harapan besar bagi kelangsungan hidup satwa langka spesies badak jawa,” kata Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK Wiratno.

Pakan badak Jawa berupa ranting dan daun – daun muda serta buah yang jatuh sebanyak 50 kg disediakan sangat baik oleh balai TN Ujung Kulon dianggap dapat menjaga kehidupan, perilaku dan perkembangan Badak Jawa dimasa mendatang dimana mereka dapat hidup di alam bebas hingga usia 45 tahun dengan tinggi badan 1,4 – 1,7 meter dengan berat 900 – 2300 kg.

Untuk informasi Badak Jawa bersifat tenang tetapi akan agresif jika sedang memiliki anak biasanya mereka akan menghindari manusia tetapi akan menyerang manusia jika merasa terganggu.

Pengamanan penuh (full protection) atas kehadiran Luther dan Helen dipastikan dilakukan dengan kamera jebak hingga akhir Desember 2020, “pengambilan data dan observasi habitat terus dilakukan. Pandemi ini tidak menghentikan kegiatan lapangan KLHK khususnya petugas konservasi di TN Ujung Kulon dan taman nasional lainnya di Indonesia,” terang Wiratno.

Diketahui dana Alokasi yang disiapkan Kementerian LHK dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) untuk rehabilitasi lahan dan kegiatan konservasi di seluruh taman nasional termasuk TN Ujung Kulon sebesar Rp 4 triliun.

Hal itu dilakukan guna mendukung konservasi yang menjadi penting dan memastikan tidak terjadinya kepunahan satwa kunci seperti badak yang juga merupakan spesies satwa langka kunci seperti gajah, orangutan, harimau, komodo, dan flagship species lainnya yang penting di dunia. (Red)

Check Also

ANTISIPASI PENULARAN COVID PRESIDEN MINTA JAJARAN WASPADA AGAR PENGALAMAN LALU TAK TERULANG

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Libur panjang akan terjadi diakhir bulan Oktober,