Sabtu, 24 Oktober 2020, 21:15
Home / JAKARTA / LA NINA BERKEMBANG BMKG SEBUT INDONESIA WAJIB WAPADA BENCANA DAMPAKNYA
BMKG

LA NINA BERKEMBANG BMKG SEBUT INDONESIA WAJIB WAPADA BENCANA DAMPAKNYA

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Pemantauan terhadap anomali iklim global di Samudra Pasifik Ekuator terus menjadi pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga akhir September 2020 dilaporkan bahwa anomali iklim La Nina menunjukan sedang berkembang.

Selama enam dasarian terakhir Indeks ENSO (El Nino – Southern Oscillation) menunjukkan suhu permukaan laut di wilayah Pasifik tengah dan timur dalam kondisi dingin dengan nilai anomali telah melewati angka – 0.5°C,  yang menjadi ambang batas kategori La Nina dimana masing – masing  adalah – 0.6°C pada bulan Agustus, dan – 0.9°C pada bulan September 2020.

Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Herizal menjelaskan, “BMKG dan pusat layanan iklim lainnya seperti NOAA (Amerika Serikat), BoM (Australia), JMA (Jepang) memperkirakan La Nina dapat berkembang terus hingga mencapai intensitas La Nina Moderate pada akhir tahun 2020. Diperkirakan akan mulai meluruh pada Januari – Februari dan berakhir di sekitar Maret – April 2021,” terangnya.

Peningkatan akumulasi curah hujan di Indonesia dapat terjadi 40 persen di atas normal dampak La Nina, “pada bulan Oktober – November, peningkatan curah hujan bulanan akibat La Nina dapat terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia kecuali Sumatera. Selanjutnya pada Bulan Desember hingga Februari 2021, peningkatan curah hujan akibat La Nina dapat terjadi di Kalimantan bagian timur, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara dan Papua,” jelas Herizal.

Pesisir timur Aceh, sebagian Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Pulau Bangka, Lampung, Banten, sebagian Jawa Barat, sebagian Jawa Tengah, sebagian kecil Jawa Timur, sebagian Kalimantan Barat, sebagian Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, sebagian Kalimantan Timur, sebagian Kalimantan Utara, sebagian kecil Sulawesi, Maluku Utara dan sebagian kecil Nusa Tenggara Barat pada bulan oktober diperkirakan akan memasuki misim hujan.

Pemicu bencana hidro – meteorologis seperti banjir dan tanah longsor berpotensi terjadi seiring meningkatnya curah hujan termasuk akibat La Nina, “masyarakat dihimbau agar terus memperbaharui perkembangan informasi dari BMKG dengan memanfaatkan kanal media sosial infoBMKG, atau langsung menghubungi kantor BMKG terdekat,” ingat Herizal. (Red)

Check Also

MASYARAKAT PATUH SCREENING DAN ISOLASI COVID JATIM SISA TAK SAMPAI ENAM PERSEN

WAGATABERITA.COM – PACITAN. 1.005.807 test penggunaan rapid test baik antibody