Minggu, 7 Maret 2021, 6:49
Home / NEWS / BERIKUT PERSENTASE MOBILITAS MASYARAKAT JATIM PADA PELAKSANAAN PPKM
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

BERIKUT PERSENTASE MOBILITAS MASYARAKAT JATIM PADA PELAKSANAAN PPKM

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diputuskan Pemerintah Pusat di Jawa dan Bali guna meredam penularan covid – 19. Guna melakukan evaluasi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan Rakor secara virtual, Senin (18/01/2021).

Rakor bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur beserta Pemkot Surabaya, Pemkot Mojokerto, Pemkab Sidoarjo, Pemkab Gresik, Pemkab Mojokerto dan Lamongan (Surabaya Raya) Khofifah mengatakan PPKM ini diharap mobilitas masyarakat dapat diredam hingga 40 persen karena di Jawa mobilitas masyarakat masih rata – rata 13 persen.

Di Rakor ini juga disinggung kaitan Gerakan Nasional Pendonor Plasma Konvalesen oleh Wakil Presiden, Maruf Amin dikatakan Khofifah pencanangan Gerakan Nasional Pendonor Plasma Konvalesen karena, “Konvalesen ini memiliki efektifitas yang sangat tinggi untuk membantu kesembuhan pasien Covid – 19,” terangnya.

Agar lebih massif dan efektif program ini disinergikan dengan program PPKM Nasional di masing – masing instansi walau dikatakan dr Joni Direktur RSU dr Soetomo Surabaya yang juga Ketua Gugus Kuratif Satgas covid – 19 Pemprov Jatim saat ini power ICU di Jatim masih di atas standar WHO atau 69 persen.

Tetapi prediksi Kemenkes kemungkinan terjadi puncak covid gelombang dua pada tanggal 28 Januari 2021 atau pada Minggu ke – 4 Januari hingga minggu ke – 1 Februari 2021 sehingga keterpakaian ICU diprediksi tetap tinggi, oleh sebab itu diharapkan mobilitas masyarakat bisa ditekan sampai 40 persen.

Memenuhi harapan Menkes dimana setiap rumah sakit daerah BUMD, TNI, Polri maupun rumah sakit swasta menyediakan 30 persen bed – nya untuk pasien covid – 19, saat ini Bed Occupancy Rate (Bor) isolasi di daerah – daerah sudah ditambah ekstensifikasi.

Tambah Khofifah, “inilah salah satu potret bagaimana sebetulnya yang tadi di awal saya sampaikan bahwa diharapkan di masing – masing Provinsi ini bisa menekan sampai dengan 40 persen,” terangnya.

Ikhtiar semua pihak sangatlah luar biasa dengan melakukan pengawasan di sentra – sentra kerumunan, “maka evaluasi sore hari ini menyampaikan terima kasih kepada Pangdam V Brawijaya, Waka Polda Jatim dan Koarmada II juga para Kepala Daerah, bahwa apa yang sudah lakukan dengan kerja keras yang luar biasa meski kalau dipetakan efektivitas di dalam menekan mobilitas masyarakat ini baru 13 persen,” tutupnya. (Red)

Check Also

JABAT KEJARI TUBAN SUHENDRI SERTIJAB KEJARI KAMPAR PADA ARIF BUDIMAN

WAGATABERITA.COM – RIAU. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kampar Suhendri SH MH sah melepas jabatannya karena …