Kamis, 3 Desember 2020, 14:42
Home / NEWS / KASUS AKTIF COVID JATIM TERENDAH NO DUA SE INDONESIA INI PENJELASAN GUBERNUR KHOFIFAH
Peta covid jatim.

KASUS AKTIF COVID JATIM TERENDAH NO DUA SE INDONESIA INI PENJELASAN GUBERNUR KHOFIFAH

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Masa pandemi covid – 19 beberapa bulan lalu di Jawa Timur sempat mengalami lonjakan kasus yang cukup tinggi terutama pada bulan Juli – Agustus bahkan di bulan Agustus kasus covid – 19 secara kumulatif menjadi tertinggi kedua setelah Provinsi DKI Jakarta, Selasa (27/10/2020).

Tetapi untuk saat ini khususnya dua bulan terakhir kasus covid – 19 di Jatim menunjukan progres membaik yang sangat signifikan karena penanganannya terus konsisten dengan meningkatkan kapasitas 3T (Testing, tracing, treatment) termasuk kedisiplinan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) di masyarakat terus dilakukan.

Bersyukur dan memberikan apresiasi pada pihak yang bekerja keras selama ini serta pada masyarakat yang terus disiplin menerapkan 3M menurut Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menurunnya kasus aktif covid – 19 sebagai bukti sinergis yang baik antara masyarakat bersama  Pemprov, Pemkab/Kota, Forkopimda, TNI/Polri, Laboratoirum, Rumah Sakit dan tenaga kesehatan.

Di Gedung negara Grahadi Surabaya Khofifah menyatakan, “Alhamdulillah, Jawa Timur konsisten memiliki kesembuhan yang lebih tinggi dibandingkan kasus baru, di sisi lain kapasitas testing juga terus naik sehingga positivity rate menurun. Hasilnya per 26 Oktober 2020, berdasarkan pengolahan data dari Kemenkes RI, Jawa Timur menjadi provinsi dengan prosentase Kasus Aktif terendah no 2 se – Indonesia,” ungkapnya.

Berdasarkan data Kemenkes RI hingga 26 Oktober 2020 kasus aktif terendah di 5 Provinsi di Indonesia adalah Gorontalo 2,66%, Jawa Timur 4,55%, Kalimantan Selatan 5,97%, Bali 6,95% dan Maluku Utara 8,67% sehingga secara kuantitatif, kasus Aktif di Jatim menjadi terendah dibandingkan Provinsi lain di Jawa dimana total kasus aktif covid – 19 Jatim sebanyak 2.352 kasus sementara Jateng ada 3.762 kasus, Jabar 9897 kasus dan DKI Jakarta masih 11.473 kasus.

Pada periode 19 – 25 Oktober 2020 kasus yang dites mencapai 27.279 dengan temuan kasus positif sebanyak 1.941 setara dengan positivity rate 7% yang Jumlah dites minggu sebelumnya 12 – 18 Oktober 2020 sebanyak 24.703 dengan kasus positif 1.939 atau setara dengan positivity rate 8%.

Sehingga pinta orang nomor satu Jatim ini, “tentunya pencapaian ini harus kita pertahankan bersama dengan makin memperketat protokol kesehatan untuk terus mengendalikan penyebaran covid – 19,” pintanya.

Melalui Operasi Yustisi penegakan protokol kesehatan di Jatim menjangkau hingga 3.5 juta warga dimana per 26 Oktober 2020 di Jatim telah digelar operasi di 251.653 titik dengan jumlah teguran sebanyak 2.612 orang, kerja sosial 403.692 orang, denda administratif 60.190 orang hingga KTP nya disita Sebanyak 69. 837 orang, 71 tempat usaha juga ditutup serta dikurung 4 orang.

Zona kuning di jatim saat ini terdapat 23 Kabupaten/Kota (60%) dan zona orange sebanyak 15 Kabupaten/Kota (40%), “Jatim telah menunjukkan hasil yang pesat dalam penanganan covid – 19, namun kita harus ingat pandemi ini belum usai. Kewaspadaan harus ditingkatkan, protokol kesehatan juga harus terus ditegakkan sembari menunggu vaksin yang efektif untuk covid – 19. Saya optimis bersama warga Jawa Timur, kita semua bisa melewati pandemi covid – 19 dengan hasil yang terbaik,” tutup Khofifah. (Red)

Check Also

TOL KLBM BEROPERASI KHOFIFAH HARAP JADI SOLUSI EFEKTIF KONEKTIVITAS SENTRA INDUSTRI RING SATU JATIM

WAGATABERITA.COM – GRESIK. Guna memastikan layanan operasional Tol Krian –