Minggu, 7 Maret 2021, 6:54
Home / JAKARTA / BERIKUT TANGGAP DARURAT ATASI GEMPA SULBAR DAN BANJIR KALSEL
Ilustrasi Gempa.

BERIKUT TANGGAP DARURAT ATASI GEMPA SULBAR DAN BANJIR KALSEL

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Bencana alam kembali menimpa Indonesia dalam waktu bersamaan gempa bumi terjadi di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) beserta banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel) yang merengut korban jiwa juga mengalami kerugian materi yang tidak sedikit.

Dalam hal ini Presiden Joko Widodo langsung bertindak cepat dengan memberi Perintah pada jajaran melakukan tanggap darurat termasuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) turut membantu penanganannya.

Diketahui dengan kekuatan magnitudo 6,2 SR gempa mengguncang Kabupaten Majene sekitar Jumat (15/01) merubuhkan banyak rumah yang memakan korban jiwa dimana bencana banjir juga terjadi di Kalimantan Selatan Kota Banjarmasin dan kabupaten sekitar seperti Banjarbaru, Banjar, Tanah Laut, Balangan, dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan Kamis (14/01).

Penanganan tanggap darurat di perintahkan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada jajarannya untuk kedua Provinsi dengan melibatkan balai teknis di lingkungan Kementerian PUPR Provinsi dimana penangannya merupakan tanggung jawab bersama dan harus dilakukan melalui kerja sama yang baik antara Pemerintah, masyarakat, dan swasta.

Kata Basuki, “kita minta kontraktor yang tengah membangun infrastruktur di sekitar Sulbar maupun Kalsel untuk membantu penanganan tanggap darurat. Misalnya di Sulbar membantu proses pembersihan puing – puing bangunan, di Kalsel misalnya membantu mobilisasi bahan banjiran dan perahu karet untuk evakuasi warga,” unkapnya, Minggu (17/01/2021).

Alat berat berupa 9 excavator, 1 unit backhoe loader, 1 unit dozer, 1 unit tronton, 5 unit dump truck, dan 1 unit mobil crane dikerahkan Kemen PUPR guna melakukan pembersihan puing – puing bangunan di Kabupatrn Mamuju dan Majene yang kondisinya cukup parah.

Sementara bagi pengungsi dan masyarakat terdampak Kemen PUPR juga mengerahkan sarana air bersih dan sanitasi seperti 6 unit mobil tangki Air, 30 unit tangki air, 1 unit mobil toilet, dan 10 unit tenda darurat dimana selanjutnya akan dilakukan audit kerusakan bangunan dan infrastruktur, terutama kantor Pemerintahan dan fasilitas publik guna mempercepat pemulihan ekonomi di Sulbar.

Di Kalsel sendiri Kemen PUPR kerahkan bantuan 4 buah perahu karet serta 8 pelampung kepada Pemkab Banjar guna mengevakuasi warga juga disalurkan 1 unit mobil tangki air berkapasitas 4000 liter dan hidran umum berkapasitas 2000 liter untuk pemenuhan kebutuhan air bersih, serta mobil toilet dan mobil tinja untuk keperluan sanitasi di lokasi penampungan warga.

Perbaikan/penggantian Jembatan Tabunio II pada Lintas Selatan Kalsel (Sp Liang Anggang – Pelaihari – Batu Licin) dengan jembatan Bailey juga dilakukan Kemen PUPR termasuk penanganan Jembatan Salim di Lintas Tengah Kalsel (Banjarmasin – Tanjung – Batas Kaltim) yang putus dengan membangun jembatan sementara.

Dalam penanganan darurat bencana ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (dahulu Basarnas), TNI, dan Polri, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan juga Kementerian Komunikasi dan Informatika turut memberikan dukungan, “kita ingin baik Pemerintah Daerah, Pemerintah pusat selalu hadir di tengah masyarakat dalam keadaan bencana ini,” jelas Basuki.

Masyarakat diharap tenang dan terus mengikuti petunjuk petugas di lapangan, “terakhir, saya mengimbau agar kita semuanya untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem baik berupa hujan lebat dan yang lainnya dan selalu memperhatikan peringatan dini mengenai cuaca dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika),” tutup Menteri PUPR. (Red)

Check Also

LANTIK BUPATI DAN WALIKOTA GUS IPUL SALAH SATU YANG DILANTIK JABAT WALIKOTA PASURUAN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Pelantikan pasangan Bupati dan Walikota