WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Puluhan warga kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, melakukan aksi demo dengan menutup akses jalan menuju areal pintu masuk proyek Tol Pasuruan – Probolinggo (PASPRO), yang berlokasi di desa Kedung Supit kecamatan Wonomerto, Rabu (25/10/2017).
Aksi demo warga, dipicu oleh aktifitas lalu lalang truk proyek, yang dianggap mengakibatkan kerusakan sejumlah rumah milik warga. Beberapa rumah yang rusak, mengalami keretakan di bagian dindingnya, serta sejumlah genting atap merosot, dan jatuh.
Tak hanya itu, lalu lalang kendaraan proyek juga mengakibatkan polusi debu pada rumah dan tanaman warga. serta, tak sedikit warga harus menderita gangguan saluran pernafasan, gatal-gatal, dan iritasi mata.
Atas dampak kerugian tersebut, warga menuntut pihak Proyek segera mengganti kerusakan, dan gangguan kesehatan yang ditimbulkan.
“Karena polusi debu proyek, banyak tanaman pekarangan dan sawah warga yang rusak. warga juga banyak yang sakit, intinya kita disini minta pertanggungjawaban pihak proyek,” kata Abdul Kholik, warga.
Berdasarkan informasi warga, dampak kerusakan akibat pembangunan Tol Paspro sendiri tersebar di beberapa desa. Diantaranya, desa Kedung Supit, desa Kedung Galeng, desa Pakistaji, desa Kareng Kidul dan beberapa desa lainnya.
Menyikapi tuntutan warga tersebut, Humas PT Waskita Karya, yakni Herdian Panji, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler, mengaku sudah menerima laporan kejadian. Saat ini pihak Waskita, masih melakukan pendataan untuk rumah – rumah penduduk yang terdampak.
Sementara, akibat demo warga yang membuat akses pintu masuk Tol Paspro terblokir. Semua kendaraan proyek, akhirnya tidak bisa masuk lokasi proyek dan hanya terhenti di pinggir jalan. (Zulkiflie/Halu)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.