WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO.ย Meski tengah memasuki awal masa panen Bawang Merah, namun raut kebahagiaan tak nampak bagi para petani Bawang Merah, yang berlokasi di dusun Mranggon Lawang, Desa Watu Wungkuk, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Pasalnya banyak lahan pertanian Bawang Merah desa setempat, yang mengalami gagal panen akibat rusak diserang hama ulat Grayak. Serangan ulat Grayak, diketahui sudah terjadi semenjak sepekan terakhir.
Selain membuat ukuran buah Bawang Merah yang kecil, kondisi daun bawang pun menjadi mengering, lantaran digerogoti gigitan ulat-ulat Grayak. Selain disebabkan faktor cuaca, mahalnya harga obat pembasmi hama, mempercepat serangan hama ulat terhadap tanaman bawang yang digarap petani.
Sementara untuk menggunakan jaring atau “Jarik” penghalau serangan hama, petani terpaksa mengeluarkan biaya tambahan sewa Jarik sebesar Rp 6 juta untuk tiap ukuran lahan 400 meter persegi.
Manen, salah seorang petani Bawang Merah mengungkapkan, jika saat ini hasil panen petani Bawang menurun drastis, bahkan merugi lantaran banyak bawang merah rusak akibat diserang hama ulat Grayak.
“Dari lahan sekitar 1 hektar tanaman Bawang Merah, petani saat ini merugi ratusan juta mas, karena sebagian besar panen bawang tak layak jual,” ungkap Manen, Selasa (03/07/2018).

Lanjutnya, Kondisi daun Bawang yang mengering, ditambah ukuran buah Bawang kecil, membuat banyak tengkulak enggan membeli Bawang ke petani.
“Susah jualnya sekarang mas kalo dengan harga tinggi, karena harga dipasaran sendiri murah berkisar Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu perkilogram,” tandasnya.
Atas kondisi tersebut, banyak petani Bawang Merah hanya bisa pasrah menerima kondisi yang ada, serta berharap adanya perhatian pemerintah.
Sebagai informasi, Kabupaten Probolinggo sendiri merupakan salah satu daerah penghasil Bawang Merah terbesar, di Jawa setelah Kabupaten Brebes. (Zulkiflie)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.