WAGATABERITA.COM – JEMBER. Kebiasan warga Jember yang pulang kampung biasanya digunakan untuk ziarah ke makam keluarga yang telah meninggal dunia.
Kesempatan ini merupakan berkah tersendiri bagi penjual bunga. Biasanya, pedagang bunga ini ramai menggelar dagangannya di sekitar Pasar Tanjung dan Jalan Gajah Mada.
Seperti Nazir, pedagang bunga yang menggelar lapaknya di Jalan Gajah Mada. Bersama beberapa penjual lainnya, dia sudah mengadu nasib sejak puasa hari ke dua puluh. Mereka menjual bunga tabur yang terdiri dari mawar, kenanga, irisan pandan dan melati.
Warga Sukorambi, Jember ini menyediakan bunga dalam dua kemasan. Kemasan dalam kantung plastik kecil dengan dan kantung plastik besar.
“Kalau yang kecil ini harganya dua ribu. Isinya bunga campuran. Kalau yang besar dua puluh ribu isi bunga mawar saja,” kata Nasir, kepada wagataberita.com, Sabtu (24/06/2017).
Nasir mengaku senang karena sejak berjualan ini dia bisa mengantongi uang rata – rata Rp 100 ribu per hari.
“Ya nggak mesti. Rata – rata seratus ribu rupiah. Kebanyakan suka yang kemasan kecil, tapi ada juga yang suka bungkus besar,” kata Nasir.
“Yang beli bungkusan besar biasanya orang kaya dari luar kota dan bawa mobil,” lanjutnya.
- MAYAT PELAJAR TRENGGALEK HANYUT DITEMUKAN SETELAH 11 HARI
- MAYAT TANPA IDENTITAS DITEMUKAN MENGAPUNG DI KALI LONDO SURABAYA
- MAYAT LELAKI DITEMUKAN TEWAS DALAM KAMAR HOTEL
- MAYAT BERPAKAIAN KEBAYA DITEMUKAN MENGAPUNG DI SUNGAI SITUBONDO
- MENGHILANG SEBULAN, SOFYAN DITEMUKAN TEWAS TERKUBUR PINGGIR KOLAM IKAN
Bunga – bunga ini didapat Nasir dari hasil kebun sendiri dan sebagian membeli. Dari berjualan bunga ini, Nasir mengaku untung dua ratus persen. (Anggun)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.