Kamis, 4 Juni 2026, 12:42
Home / NEWS / 3 HARI MENGHILANG, SUMARLAN DITEMUKAN TEWAS GANTUNG DIRI
Kondisi Sumarlan (Korban Gantung Diri) Disalah Satu Pohon Manggis. Sumber Foto : Ayu Mila Sari

3 HARI MENGHILANG, SUMARLAN DITEMUKAN TEWAS GANTUNG DIRI

WAGATABERITA.COM – TRENGGALEK. Seorang pria ditemukan tewas gantung diri di Desa Gemaharjo Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek, Kamis (10/08/2017). Pria itu diketahui bernama Sumarlan (62), warga Dusun Ketah RT 18 RW 04 Desa Pakel Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek, diduga melakukan aksi gantung diri di lahan milik ibunya Tukiyem masuk RT 26 RW 05 Desa Gemaharjo, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek.

Menurut informasi yang diterima, kejadian tersebut diketahui pertama kali oleh Faktur Ramadhani yang selanjutnya memberitahukan kepada kakaknya Dwi Yuliani (20).

Mendapatkan laporan dari saksi, pihak kepolisian segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Kapolres Trenggalek AKBP Donny Adityawarman melalui Kasubag Humas Polres Trenggalek Iptu Supadi membenarkan adanya kejadian orang gantung diri tersebut. “Telah ditemukan seorang pria yang diduga gantung diri disalah satu lahan pemakaman oleh seorang saksi yang bernama Dwi Yuliani. Selanjutnya polisi bersama tim medis Puskesmas Watulimo mendatangi lokasi untuk olah TKP,” ungkapnya saat dikonfirmasi dilokasi kejadian.

Ditambahkan Supadi, berdasarkan keterangan anak korban yakni Sunaryo, 3 hari sebelum kejadian tersebut korban berpamitan dan meminta maaf kepada keluarganya dalam keadaan bingung.

Korban meninggalkan rumah tanpa berpamitan dengan keluarga pada hari Selasa (08/08) sekira pukul 04 : 30 WIB dengan berjalan kaki. “Setelah berjalan kaki sendirian dan meninggalkan rumah, pihak keluarga terus melakukan pencarian terhadap keberadaan korban, namun tidak membuahkan hasil,” imbuhnya.

Setelah beberapa hari dilakukan pencarian, korban justru ditemukan tewas dalam keadaan gantung diri di pohon manggis.

Dari hasil pemeriksaan luar oleh tim medis Puskesmas Watulimo, korban diperkirakan telah meninggal dunia selama lebih dari 8 jam serta tidak diketemukan tanda – tanda kekerasan atau penganiayaan. Diduga kuat korban meninggal dunia akibat gantung diri, dikuatkan oleh hasil pemeriksaan dokter yaitu kemaluan korban mengeluarkan sperma dan lidah korban dalam keadaan tergigit.

Atas kejadian tersebut polisi mengamankan barang bukti berupa kaos lengan pendek warna kombinasi coklat dan putih, serta tali tampar plastik warna biru.

“Berdasarkan permintaan dari anak korban untuk tidak dilakukan visum dalam atau otopsi, dan pihak keluarga bersedia membuat pernyataan untuk tidak dilakukan visum dalam (otopsi) yg diketahui oleh Kepala Desa,” tandas Supadi.

Hasil koordinasi dari Unit Ident Polres Trenggalek, mengingat tanda – tanda penganiayaan dan kekerasan tidak ditemukan, selanjutnya korban diserahkan ke ahli waris untuk dikebumikan sebagaimana adat desa di mana korban bertempat tinggal. (Ayu Mila Sari/Halu)

Check Also

USAI DIBENTUK INI KEGIATAN PERTAMA PENGURUS PP IWO

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Jajaran Pengurus Pusat Ikatan Wartawan Online (PP IWO) yang terbentuk beberapa waktu …