Senin, 18 Juni 2018, 12:53
Home / EKONOMI / EKONOMI SYARIAH SOLUSI HADAPI TANTANGAN EKONOMI

EKONOMI SYARIAH SOLUSI HADAPI TANTANGAN EKONOMI

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Pada kesempatannya menghadiri acara Kegiatan Akses Keuangan Syariah Melalui Shiar, Inkubasi Bisnis Syariah, dan aplikasi Digital Berbasis Masjid (Aksi Shiyam) di Ball Room, Hotel JW Marriot, Surabaya, Kamis (07/06/2018), Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim menyampaikan, potensi ekonomi syariah di Jatim sangatlah besar karena mayoritas penduduknya atau sekitar 97,80 persen beragama Islam.

Selain itu, jumlah pondok pesantren di Jatim sebanyak 6 ribu dengan jumlah santri sekitar 1 juta yang tersebar di seluruh wilayah Jatim. Karenanya, sejak tahun 2015 pihaknya telah mengusulkan untuk membuat sistem ekonomi syariah murni untuk menjembatani potensi yang sangat besar ini. “Ekonomi syariah murni merupakan jembatan bagi potensi muslim di Jatim terhadap industri jasa keuangan/IJK,” tukasnya.

Dijelaskan, Market share perbankan syariah di Jatim tahun 2017 masih 5,15 persen dan Dana Pihak Ketiga masih 5,17 persen. Data ini membuktikan masih banyak uang yang beredar di masyarakat, maka tawaran syariah murni atau mudarobah sangat memungkinkan. Akan tetapi, sistemnya bukan dengan flat karena jatuhnya justru akan lebih besar dari bank konvensional. “Ekonomi syariah merupakan satu solusi dalam menghadapi tantangan ekonomi. Namun, sistemnya harus mudarobah betul dan mengedepankan kejujuran,” tegas Pakde Karwo.

Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 4 Jatim Heru Cahyono menyampaikan, aset perbankan syariah di Jatim per April 2018 meningkat 19,25 persen, yang didukung oleh pertumbuhan DPK 19,54 persen dan pembiayaan 17,46 persen. Dengan pertumbuhan itu market share ekonomi syariah mampu melampui target 5 persen dari yang ditentukan. “Capaian ini merupakan hasil ikhtiar yang cukup lama dan berkat dukungan seluruh pegiat ekonomi dan keuangan syariah di Jatim,” ungkapnya.

Heru sapaan akrab Kepala OJK Reg. 4 Jatim menjelaskan, besarnya potensi keuangan syariah di Jatim membuat pihaknya bersama para pegiat keuangan syariah di Jatim menggagas program peningkatan akses keuangan syariah berbasih masjid. Program tersebut mencakup program AKSI UMMAD, SMART MUSLIM, dan penyususunan buku pintar.

“Melalui program – program ini diharapkan semakin banyak pengusaha mikro kecil dapat memperoleh akses keuangan syariah. Selain itu para jamaah dan pengurus masjid dapat saling terkoneksi dan mendapat akses keuangan perbankan syariah,” harapnya.

Turut hadir, Ketua Majelis Ulama Indonesia/MUI Prof. Dr. K.H Ma’ruf Amin, Ketua MUI Jatim K.H Abdusshomad Buchori, Ketua PW Muhammadiyah, Dr. K.H Saad Ibrahim, pengurus PWNU Jatim, jajaran pejabat OJK Jatim, serta para pimpinan OPD di lingkup Pemprov Jatim. (Red)

Check Also

GEMPA DI SUMENEP, PEMPROV JATIM LANGSUNG KIRIM BANTUAN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Gempa bumi dengan kekuatan 4,7 SR terjadi di wilayah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *